PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia di tingkat pedesaan guna menjaga keberlanjutan pasokan energi bersih. Langkah terbaru diwujudkan melalui fasilitasi sertifikasi bagi 21 penggerak lokal (local hero) dalam mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pelatihan dan sertifikasi ini berlangsung pada 5 hingga 7 Agustus 2026 di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang. Melalui program ini, para peserta yang dinyatakan kompeten berhak menerima Sertifikat Junior Operator PLTS yang diterbitkan oleh PPSDM KEBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dengan tambahan tersebut, kini tercatat sebanyak 128 local hero di berbagai wilayah Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi resmi. Langkah pembinaan ini krusial untuk memastikan infrastruktur energi terbarukan yang telah dibangun dapat dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat setempat. Program Desa Energi Berdikari (DEB) yang digagas Pertamina ini berjalan selaras dengan Asta Cita dalam memperkuat kemandirian energi nasional, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Keberadaan operator lokal yang terampil terbukti memberikan dampak langsung bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti yang terjadi di wilayah timur Indonesia. Di Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, warga sempat mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang sangat kering. Masalah tersebut kini teratasi berkat kehadiran sistem Solar Water Treatment yang digerakkan oleh PLTS berkapasitas 3,3 kWp. Alfredo Nicholas Saputra Kolin menjadi sosok penting yang bertindak sebagai local hero di kampung tersebut. Setiap hari, Alfredo bertugas memeriksa kondisi PLTS agar pasokan listrik untuk penyaringan air bersih tetap beroperasi secara optimal.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Dampak positif dari kehadiran energi bersih juga dirasakan oleh Kelompok Masyarakat Tani Hutan Bina Lestari di Desa Tumpak, Lombok Tengah. Di desa ini, kehadiran PLTS berkapasitas 6,6 kWp melalui Program Desa Energi Berdikari dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas ekonomi warga. Burhanudin dipercaya menjadi pengelola sekaligus penjaga operasional pembangkit tersebut. Energi bersih yang dihasilkan kini digunakan untuk menggerakkan mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) berkapasitas 5.500 watt.
Secara keseluruhan, Program Desa Energi Berdikari yang dijalankan oleh Pertamina telah menjangkau 262 desa di seluruh Indonesia. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur fisik, melainkan juga pada pemberdayaan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumber energi mereka secara mandiri.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Hingga saat ini, program DEB telah menghasilkan kapasitas energi terbarukan kumulatif sebesar 1.302.700 Wp yang bersumber dari pemanfaatan tenaga surya, mikrohidro, serta pembangkit hibrida surya-angin. Selain itu, program ini juga memproduksi 959.302 meter kubik biogas dan metana. Dari sisi ekonomi, kemandirian energi di tingkat desa ini telah menciptakan nilai ekonomi mencapai Rp5,65 miliar per tahun. Manfaat program secara keseluruhan kini telah dirasakan oleh 283.841 jiwa, termasuk di dalamnya 62 penyandang disabilitas yang turut merasakan dampak positif dari pemerataan akses energi bersih ini.






