apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Pertamina Pacu Distribusi B50 untuk Kurangi Ketergantungan Impor Minyak

Nyaring AranDiterbitkan 28 Jul 2026 - 19.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertamina Pacu Distribusi B50 untuk Kurangi Ketergantungan Impor Minyak
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Indonesia sedang menapaki babak baru dalam upaya menekan ketergantungan pada impor minyak mentah. PT Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa per 1 Juli 2026, sebanyak 82 persen jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh tanah air telah siap menyalurkan produk bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dengan campuran biodiesel sebesar 50 persen atau B50. Langkah progresif ini menjadi bagian dari transisi besar-besaran menuju kemandirian energi nasional yang ditargetkan rampung secara menyeluruh pada akhir kuartal ketiga tahun ini.

Taufik Aditiyawarman, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa sisa persentase SPBU yang belum menyalurkan B50 saat ini masih dalam proses pembersihan tangki penyimpanan dari sisa stok B40. Pemerintah memang memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi badan usaha untuk menghabiskan stok produk sebelumnya agar tidak terjadi percampuran yang merusak spesifikasi. Dengan demikian, Pertamina memproyeksikan bahwa pada September mendatang, seluruh SPBU di Indonesia sudah 100 persen menyediakan bahan bakar ramah lingkungan tersebut secara merata kepada konsumen.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Terkait keraguan publik mengenai performa mesin akibat tingginya kandungan minyak nabati, Pertamina menjamin bahwa formulasi B50 telah melalui serangkaian pengujian yang sangat ketat. Produk ini dinyatakan lulus uji laboratorium serta uji coba operasional pada berbagai moda transportasi darat hingga alat berat sektor industri. Pengawasan mutu dilakukan secara berlapis dengan mengacu pada 14 parameter uji yang diverifikasi langsung oleh Lemigas. Langkah penjaminan mutu ini wajib dilalui sebelum bahan bakar didistribusikan ke masyarakat demi menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Baca Juga

Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru di Tengah Kerapuhan Ekonomi Global

Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru di Tengah Kerapuhan Ekonomi Global

Secara regulasi, lompatan besar dalam pemanfaatan bahan bakar nabati ini didasarkan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Aturan tersebut menegaskan kewajiban pencampuran 50 persen bahan bakar nabati ke dalam minyak Solar. Regulasi ini juga mengikat seluruh badan usaha penyalur untuk mematuhi spesifikasi standar mutu yang telah ditetapkan, sehingga proses hilirisasi kelapa sawit domestik berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan dampak ekonomi dan lingkungan yang sangat signifikan dari kebijakan B50 ini. Dari sisi fiskal, negara berpotensi menghemat devisa hingga Rp 170 triliun per tahun karena berkurangnya impor minyak. Selain itu, kebijakan ini diperkirakan memberikan nilai tambah bagi industri minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp 23,49 triliun per tahun serta menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja di berbagai sektor terkait.

Baca Juga

Beban Berat APBN di Balik Murahnya Harga Pertalite dan Solar

Beban Berat APBN di Balik Murahnya Harga Pertalite dan Solar

Untuk menyokong program nasional ini, kebutuhan pasokan biodiesel (FAME) diproyeksikan mencapai 16,7 juta hingga 18 juta kiloliter per tahun, yang setara dengan penyerapan 15,2 juta hingga 16,3 juta ton CPO per tahun. Tidak hanya berdampak positif bagi perekonomian domestik, peralihan ke B50 juga menjadi langkah konkret Indonesia dalam menekan laju pemanasan global. Program mandatori ini ditargetkan mampu mereduksi emisi karbon secara signifikan hingga mencapai 44,46 juta ton per tahun.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pertaminakelapa sawitBiodiesel B50Energi TerbarukanImpor Minyak

Berita Terbaru Lainnya

Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru di Tengah Kerapuhan Ekonomi GlobalBeban Berat APBN di Balik Murahnya Harga Pertalite dan SolarEkspor Nikel dan Timah Terhambat Aturan Logam Tanah Jarang yang Belum JelasDestry Damayanti Pimpin Sementara Bank Indonesia demi Jaga Stabilitas RupiahDPR Pastikan Stabilitas Rupiah Aman Setelah Perry Warjiyo Mundur dari Bank IndonesiaPresiden Prabowo Kumpulkan Anggota KSSK di Istana Negara Bahas Situasi Ekonomi TerkiniIndustri Perbankan Tetap Tenang Pasca Pengunduran Diri Perry WarjiyoInvestor Asing Diam-Diam Koleksi Saham Pilihan Saat IHSG Tertekan Sentimen Bank Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap