Indonesia sedang menapaki babak baru dalam upaya menekan ketergantungan pada impor minyak mentah. PT Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa per 1 Juli 2026, sebanyak 82 persen jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh tanah air telah siap menyalurkan produk bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dengan campuran biodiesel sebesar 50 persen atau B50. Langkah progresif ini menjadi bagian dari transisi besar-besaran menuju kemandirian energi nasional yang ditargetkan rampung secara menyeluruh pada akhir kuartal ketiga tahun ini.
Taufik Aditiyawarman, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa sisa persentase SPBU yang belum menyalurkan B50 saat ini masih dalam proses pembersihan tangki penyimpanan dari sisa stok B40. Pemerintah memang memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi badan usaha untuk menghabiskan stok produk sebelumnya agar tidak terjadi percampuran yang merusak spesifikasi. Dengan demikian, Pertamina memproyeksikan bahwa pada September mendatang, seluruh SPBU di Indonesia sudah 100 persen menyediakan bahan bakar ramah lingkungan tersebut secara merata kepada konsumen.








