Jalur pelayaran global sepanjang tahun 2025 diwarnai ketidakpastian geopolitik yang menguji ketangguhan para pelaku industri maritim. Di tengah badai tersebut, PT Pertamina International Shipping (PIS) justru berhasil membuktikan tajinya dengan menjaga kelancaran pasokan energi sekaligus mencetak rapor keuangan yang impresif. Perusahaan pelat merah ini tidak hanya sekadar bertahan di tengah turbulensi, melainkan mampu mengoptimalkan operasional armada untuk meraup keuntungan di pasar internasional yang dinamis.
Berdasarkan laporan kinerja terbarunya yang dirilis pada pertengahan 2026, PIS membukukan pendapatan usaha yang fantastis mencapai 3.333,69 juta dolar AS sepanjang tahun buku 2025. Dari total pendapatan tersebut, anak usaha Pertamina ini sukses mengantongi laba bersih sebesar 572,48 juta dolar AS. Angka perolehan laba ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,49 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya, sebuah sinyal kuat bahwa arah kebijakan bisnis perusahaan berada di koridor yang tepat.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa capaian gemilang ini didorong oleh sejumlah langkah strategis yang terintegrasi. Perusahaan secara konsisten memperkuat kapasitas armada, memperluas jangkauan pasar, serta menerapkan disiplin operasional yang ketat di seluruh lini. Di samping itu, efisiensi biaya yang konsisten dan diversifikasi portofolio, khususnya pada segmen pasar non-captive, menjadi motor penggerak utama yang menjaga profitabilitas perusahaan tetap stabil di tengah fluktuasi industri pelayaran dunia.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Di dalam negeri, peran PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional tetap tidak tergoyahkan. Sepanjang tahun 2025, armada PIS telah memobilisasi sebanyak 107,69 miliar liter komoditas energi yang meliputi minyak mentah, produk kilang, bahan bakar minyak (BBM), hingga liquefied petroleum gas (LPG) ke berbagai pelosok tanah air. Tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, PIS juga menyetor kontribusi finansial yang signifikan bagi kas negara dengan menyumbang Rp4,87 triliun dalam bentuk pajak dan dividen guna menyokong pembangunan ekonomi nasional.
Selain kontribusi fiskal, komitmen PIS juga tercermin pada dukungannya terhadap ekosistem industri maritim domestik. Perusahaan secara aktif mendorong pemanfaatan galangan kapal lokal untuk kegiatan pemeliharaan armada serta berupaya meningkatkan kapabilitas industri perkapalan nasional. Langkah taktis ini berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan dalam memberdayakan dan meningkatkan kompetensi para pelaut lokal agar mampu bersaing di kancah global.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Salah satu lompatan bisnis paling signifikan yang dicatatkan PIS adalah lonjakan pada sektor pengangkutan gas alam cair (LNG). Perusahaan mencatat sebanyak 11 pengapalan LNG domestik sepanjang tahun 2025, atau melonjak hingga 5,5 kali lipat dari capaian tahun sebelumnya. Di pasar internasional, ekspansi kargo gas dan petrokimia juga terus dikebut melalui pengapalan Vinyl Chloride Monomer (VCM) sebanyak 28 kali pengiriman, mempertegas posisi PIS sebagai pemain logistik maritim global yang patut diperhitungkan.






