Kabar mengejutkan datang dari menara Bank Indonesia. Di tengah badai depresiasi yang terus menekan nilai tukar rupiah, Perry Warjiyo memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia secara sukarela. Pengunduran diri yang diajukan sejak 25 Juli 2026 ini menandai berakhirnya kepemimpinan Perry lebih cepat, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter nasional.








