Sebuah era penting dalam stabilitas moneter Indonesia menemui titik balik yang mengejutkan. Perry Warjiyo secara resmi menyatakan mundur dari posisinya sebagai Gubernur Bank Indonesia, sebuah kabar yang dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin pagi, 27 Juli 2026. Surat pengunduran diri pria asal Sukoharjo tersebut telah diterima oleh Presiden sehari sebelumnya. Langkah mengejutkan ini memotong masa jabatan periode kedua Perry yang seharusnya berlangsung hingga tahun 2028, menyisakan tanda tanya sekaligus apresiasi mendalam atas dedikasinya yang panjang di bank sentral.
Jejak langkah Perry di Bank Indonesia bukanlah perjalanan singkat. Ia mengawali kariernya di institusi tersebut sejak tahun 1984, membangun fondasi keahlian yang kokoh di bidang riset ekonomi dan








