Peta kepemimpinan moneter Indonesia mengalami perubahan besar. Perry Warjiyo, sosok yang selama tujuh tahun terakhir mengawal stabilitas rupiah dan kebijakan moneter nasional, memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pengunduran diri figur senior bank sentral ini terhitung resmi sejak hari Senin, 27 Juli, menandai berakhirnya sebuah era penting dalam menavigasi perekonomian domestik di tengah ketidakpastian global.
Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di markas Bank Indonesia pada Senin pagi. Menurut penjelasan Prasetyo, pihak Istana telah menerima dokumen resmi pengunduran diri tersebut satu hari sebelumnya. Surat yang diajukan oleh Perry ditujukan langsung kepada Presiden








