Kapan sebenarnya Ibu Kota Nusantara (IKN) siap digunakan dan bagaimana perkembangan fisiknya saat ini? Pertanyaan ini sering muncul di benak publik seiring dengan rencana pemerintah untuk mulai memindahkan ibu kota negara dari Jakarta secara bertahap mulai paruh kedua tahun 2024. Untuk menjawab keraguan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu pengerjaan di lapangan, terutama fokus pada progres pembangunan infrastruktur IKN Nusantara tahap satu yang ditargetkan rampung pada tahun ini.
Berdasarkan data pengerjaan, proyek tahap pertama yang kontraknya telah dimulai sejak tahun 2021 ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Infrastruktur dasar yang masuk dalam tahap ini meliputi Jalan Tol Akses IKN tahap 1, Bendungan Sepaku Semoi, Istana Negara, hingga Kantor Presiden. Dari catatan historis, kemajuan konstruksi tahap satu berada di angka 62,65 persen pada akhir Desember 2023, kemudian naik menjadi 70 persen pada pertengahan Januari 2024. Hingga akhir Juni 2024, rata-rata realisasi fisik untuk keseluruhan infrastruktur batch pertama ini telah menyentuh angka sekitar 87 persen.
Aturan Pembatasan Barang Bawaan Penumpang Luar Negeri Bea Cukai, Belajar dari Kasus Kartu Pokemon

Target terdekat pemerintah adalah memastikan kesiapan infrastruktur untuk agenda kenegaraan penting pada pertengahan tahun ini. Presiden Joko Widodo merencanakan mulai berkantor di IKN pada Juli 2024, dengan catatan ketersediaan air bersih di kawasan tersebut sudah terpenuhi. Pasokan air bersih sendiri ditargetkan mulai mengalir ke kapling, gedung kantor, dan rumah-rumah sekitar pertengahan Juli 2024. Selain itu, Kantor Presiden ditargetkan siap ditempati pada akhir Juli 2024 dengan progres fisik mencapai 85 persen pada akhir Juni lalu. Untuk hunian pendukung, pembangunan rumah tapak menteri kini sudah melampaui 90 persen, di mana sekitar 14 unit rumah yang lengkap dengan furnitur diproyeksikan siap huni pada Juli ini. Langkah cepat ini juga dilakukan demi mengejar target pelaksanaan Upacara Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024 di Lapangan Upacara IKN.
Di samping proyek tahap pertama, pembangunan tahap kedua yang kontraknya diteken sekitar April hingga Mei 2023 juga terus berjalan. Tahap ini mencakup gedung kementerian koordinator 2 serta rumah susun bagi ASN, dengan capaian progres yang meningkat dari 11 persen pada akhir 2023 menjadi lebih dari 20 persen pada pertengahan Januari 2024. Dari sisi aksesibilitas, Jalan Tol IKN dirancang terhubung dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) untuk memangkas waktu tempuh dari Balikpapan menuju Kawasan Inti IKN dari dua jam menjadi kurang dari satu jam. Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi beberapa seksi dengan tingkat kemajuan yang bervariasi pada akhir Desember 2023, seperti Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 km sebesar 48 persen, Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,32 km sebesar 57 persen, serta Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,67 km yang mencapai 67 persen. Adapun Seksi 6A Riko-Rencana Outer Ring Road IKN baru mencapai 4,8 persen dan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Simpang 3 ITCI mencapai 17,5 persen. Sementara itu, rencana pembangunan terowongan bawah laut (immersed tunnel) dan dua perlintasan satwa di Seksi 4 masih berada dalam tahap proses lelang pekerjaan desain.
Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dan Rencana Pengembangan TOD di Kota Jababeka

Meskipun pembangunan fisik terus dikebut, proyek megaproyek ini tidak lepas dari dinamika politik nasional. Salah satu tantangan keberlanjutan proyek ini datang dari komitmen calon wakil presiden Abdul Muhaimin Iskandar yang menyatakan lebih memilih membangun 40 kota baru selevel Jakarta ketimbang melanjutkan proyek IKN. Di luar perdebatan politik tersebut, realisasi pemindahan kantor pemerintahan pada paruh kedua tahun ini akan sangat ditentukan oleh keberhasilan penyediaan utilitas dasar seperti air bersih dan penyelesaian akhir gedung-gedung utama dalam beberapa pekan ke depan.






