Kondisi pasar tradisional di Jakarta Barat kini tengah menghadapi tantangan akibat lonjakan harga pangan yang cukup signifikan. Di Pasar Tomang Barat yang berlokasi di wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat, harga komoditas daging sapi kini dibanderol pada kisaran Rp160.000 hingga Rp180.000 per kilogram (kg). Lonjakan harga yang tinggi ini dirasakan langsung oleh para pedagang serta konsumen di pasar tersebut, yang terpaksa menyesuaikan daya beli mereka terhadap komoditas daging sapi.
Kenaikan harga ini bukanlah fenomena baru yang terjadi dalam waktu singkat. Menurut keterangan dari seorang pedagang daging sapi di Pasar Tomang Barat bernama Ari, harga normal untuk daging sapi biasanya berkisar antara Rp140.000 hingga Rp160.000 per kilogram. Saat ditemui di Jakarta pada hari Selasa (19/8), Ari mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga ini sudah mulai terasa sejak memasuki bulan Ramadan dan terus bertahan tanpa mengalami penurunan hingga saat ini.
Dampak dari tingginya harga daging sapi ini sangat dirasakan pada sektor penjualan. Tingginya harga daging sapi tersebut berdampak langsung pada penurunan volume penjualan harian para pedagang di pasar. Ari menyebutkan bahwa daya beli masyarakat saat ini sedang mengalami pelemahan yang cukup signifikan karena harga yang tidak kunjung turun. Kondisi penurunan omzet penjualan yang dialami pedagang ini juga diperparah oleh adanya kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok lainnya yang terjadi secara bersamaan, sehingga semakin menekan kondisi ekonomi konsumen.
205 Sekolah di 18 Provinsi Dorong Siswa Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Inklusif

Untuk mengatasi permasalahan ini, para pedagang menaruh harapan besar pada langkah nyata dari pihak pemerintah. Para pedagang sangat berharap agar pemerintah dapat segera melakukan intervensi guna menormalkan kembali pasokan sapi ke pasar-pasar tradisional. Di sisi lain, kondisi harga dalam negeri yang terus melambung tinggi ini membuat sebagian importir mengambil langkah alternatif. Beberapa importir kini masih aktif mencari sumber pasokan daging sapi dari negara lain yang memiliki biaya pengadaan serta biaya logistik yang lebih rendah agar dapat menekan harga di tingkat pasar.
Dinamika harga daging sapi juga menunjukkan pola yang bervariasi di berbagai daerah lain di Indonesia, khususnya yang dipengaruhi oleh hari raya keagamaan. Secara umum, permintaan masyarakat terhadap stok daging sapi cenderung mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Peningkatan permintaan ini turut memengaruhi harga di tingkat daerah. Sebagai contoh, harga daging sapi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tercatat mengalami peningkatan hingga mencapai Rp150.000 per kilogram pada hari Selasa (17/3), tepatnya empat hari sebelum perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Ekonom Sebut Mempertahankan BI-Rate di Level 5,75 Persen sebagai Opsi Terbaik

Meskipun demikian, pergerakan harga di daerah lain menunjukkan tren yang berbeda setelah hari raya berlalu atau menjelang hari raya lainnya. Memasuki H+2 lebaran pada tanggal 22 Maret 2026, harga daging sapi di beberapa pasar tradisional di Tasikmalaya, Jawa Barat, justru dilaporkan mengalami penurunan menjadi Rp160.000 per kilogram. Sementara itu, untuk wilayah di luar Pulau Jawa seperti di Kota Palu, harga daging sapi di Pasar Inpres Manonda terpantau tetap stabil menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Perbedaan kondisi harga di berbagai daerah ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan daging sapi secara nasional.






