Aktivitas ekonomi di kawasan pesisir Pulau Mengare menunjukkan geliat baru seiring dengan penguatan usaha ultra mikro yang dijalankan oleh kaum perempuan. Salah satu wilayah yang menjadi fokus perkembangan ini adalah Desa Watuagung, yang terletak di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Wilayah pesisir ini memiliki potensi yang sangat melimpah, terutama di sektor perikanan, tambak, dan berbagai hasil laut lainnya. Potensi besar tersebut mendorong adanya upaya pemberdayaan masyarakat yang lebih terarah. Pentingnya perkembangan ekonomi di wilayah ini bahkan menarik perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, secara langsung mengunjungi Desa Watuagung untuk memantau perkembangan usaha masyarakat dan melihat bagaimana program pemberdayaan berjalan di lapangan.
Desa Watuagung sendiri memiliki populasi penduduk yang cukup signifikan untuk ukuran desa pesisir, yaitu sekitar 3.000 jiwa. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tercatat sebanyak 1.492 penduduk di antaranya merupakan perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa kaum perempuan memegang porsi yang sangat besar dalam struktur sosial masyarakat setempat. Peran aktif perempuan dalam menopang perekonomian keluarga di desa ini terbukti sangat tinggi. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat partisipasi mereka dalam program pembiayaan mikro. Sekitar 60 persen dari total masyarakat di Desa Watuagung kini telah tercatat sebagai nasabah program PNM Mekaar, yang menjadi motor penggerak utama bagi usaha ultra mikro yang mereka rintis.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Salah satu contoh nyata dari keberhasilan pemberdayaan ini dapat dilihat pada usaha yang dijalankan oleh Lisminah. Perempuan asal Desa Watuagung ini menjalankan usaha pembuatan terasi tradisional, sebuah bidang usaha yang telah diwarisi secara turun-temurun dari generasi sebelumnya di keluarganya. Melalui dukungan pembiayaan yang diperoleh dari PNM Mekaar, usaha terasi tradisional milik Lisminah berhasil mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dukungan ini tidak hanya membantunya dalam meningkatkan kapasitas produksi harian, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas produk terasi yang dihasilkannya. Selain itu, akses permodalan dan pendampingan tersebut turut memperluas jangkauan pemasaran produknya ke wilayah yang lebih luas.
Untuk memaksimalkan potensi ekonomi di kawasan Pulau Mengare, PNM menerapkan strategi pengembangan usaha berbasis klasterisasi. Melalui program klasterisasi ini, PNM mendorong agar hasil laut yang diperoleh masyarakat tidak langsung dijual begitu saja dalam bentuk komoditas mentah. Sebaliknya, hasil laut tersebut diarahkan untuk diolah menjadi produk olahan bernilai tambah yang memiliki harga jual lebih tinggi di pasar. Guna mendukung proses transformasi ini, PNM memberikan pendampingan usaha yang sangat komprehensif bagi para nasabah. Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam dunia usaha, mulai dari perbaikan proses produksi, pengurusan sertifikasi halal, pemenuhan legalitas usaha, pengembangan merek atau branding, hingga peningkatan kualitas pengemasan atau packaging agar produk lebih menarik minat konsumen.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemberdayaan yang dilakukan oleh PNM tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi semata, melainkan juga menyentuh aspek sosial dan masa depan keluarga nasabah. Direktur Utama PNM, Kindaris, menekankan pentingnya memberikan perhatian pada keberlanjutan masa depan anak-anak dari para pelaku usaha ultra mikro tersebut. Sebagai wujud nyata dari komitmen ini, PNM menghadirkan program Ruang Pintar. Melalui program ini, PNM menyediakan ruang belajar secara gratis serta pendampingan belajar bagi anak-anak dari nasabah PNM Mekaar, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan. Dengan adanya fasilitas belajar dan pendampingan gratis ini, diharapkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia anak-anak di Desa Watuagung dapat terus meningkat seiring dengan berkembangnya usaha orang tua mereka.






