apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026

Usat NgajiDiterbitkan 29 Jul 2026 - 19.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri perbankan tanah air. Untuk pertama kalinya, penyaluran kredit bank swasta terbesar di Indonesia ini berhasil menembus level psikologis Rp 1.000 triliun, dengan realisasi mencapai Rp 1.036 triliun pada semester I 2026. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan bahwa performa perseroan pada paruh pertama tahun ini ditopang oleh berbagai faktor strategis. Salah satu pendorong utama dari pencapaian tersebut adalah penyelenggaraan ajang promo BCA Expoversary 2026 serta konsistensi penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor usaha. Kinerja ini menegaskan peran aktif perseroan dalam mendukung aktivitas perekonomian nasional.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Secara lebih terperinci, penyaluran kredit produktif BCA tercatat mencapai Rp 802 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 11 persen secara tahunan. Pertumbuhan di sektor produktif ini ditopang oleh segmen kredit korporasi yang tumbuh sebesar 13,6 persen menjadi Rp 513,4 triliun. Sementara itu, segmen kredit komersial dan usaha kecil menengah (UKM) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 6,6 persen menjadi Rp 288,5 triliun.

Baca Juga

Reformasi Tata Kelola BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah Uang Negara

Reformasi Tata Kelola BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah Uang Negara

Selain kredit konvensional, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan turut menunjukkan kinerja yang signifikan. Kredit hijau BCA tercatat meningkat sebesar 19 persen hingga mencapai Rp 123 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan pada sektor energi baru terbarukan yang melonjak hingga 82 persen menjadi Rp 7,7 triliun. Di samping itu, penyaluran kredit untuk kendaraan bermotor listrik juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 25 persen menjadi Rp 4 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA mengalami peningkatan sebesar 7,9 persen menjadi Rp 1.284 triliun. Pertumbuhan DPK ini utamanya ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) berupa giro dan tabungan yang naik 10,2 persen menjadi Rp 1.082 triliun. Jumlah CASA tersebut setara dengan 84,3 persen dari total keseluruhan DPK yang dihimpun perseroan. Dengan kinerja intermediasi yang solid ini, laba bersih BCA beserta entitas anak berhasil menyentuh angka Rp 29,5 triliun hingga akhir Juni 2026.

Baca Juga

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Meskipun melakukan ekspansi kredit yang cukup agresif, BCA tetap berkomitmen menjaga kualitas asetnya secara hati-hati. Rasio pinjaman berisiko atau loan at risk (LAR) berhasil dipertahankan pada level 4,9 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga terjaga dengan sangat baik di level 1,9 persen. Hingga akhir tahun nanti, perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit secara keseluruhan berada pada kisaran 8 hingga 10 persen.

Tantangan likuiditas dan kebijakan moneter juga menjadi perhatian perseroan, terlebih setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026. Terkait dinamika kenaikan suku bunga ini, Hendra Lembong menjelaskan bahwa perseroan menerapkan kebijakan penyesuaian suku bunga secara selektif kepada para debitur. "Kami tidak menaikkan di semua nasabah. Kami hanya menaikkan kepada nasabah tertentu yang kami nilai dari sisi bisnis masih mampu sehingga bunganya dinaikkan," ujar Hendra.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kredit perbankankinerja keuanganBCAHendra LembongPerbankan Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Finalis Abang Mpok Kota Bekasi 2026 Ikuti Pembekalan English Class Bersama Golden EnglishDENZA Z Resmi Meluncurkan Varian Coupe dan Racing, Tawarkan Performa Elektrifikasi PremiumDenza D9 Perkuat Dominasi di Pasar Luxury High MPV, Catat Penjualan Lebih dari 10 Ribu UnitLegislator NasDem Minta Badan Gizi Nasional Batalkan Proyek Portal Pemantauan Baru Makan Bergizi GratisReformasi Tata Kelola BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah Uang NegaraHarga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di KalimantanProfil Anom Widiyantoro, Dari Direktur Anak Usaha BUMN, Kini Menjadi Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPKIndosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap