Perayaan Cinta di Berlin Berubah Mencekam, Polisi Kantongi Identitas Penabrak Parade Pride

Nyaring AranPublished 27 Jul 2026 - 04.550 Reads
Bagikan WhatsAppX
Perayaan Cinta di Berlin Berubah Mencekam, Polisi Kantongi Identitas Penabrak Parade Pride
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Gemerlap lampu dan gaung musik di sekitar Gerbang Brandenburg mendadak padam, berganti jerit histeris ribuan orang. Malam yang seharusnya menjadi puncak euforia Christopher Street Day di Berlin berubah kelam dalam hitungan detik. Sebuah kendaraan melesat brutal menerobos kerumunan, menyisakan satu korban jiwa serta belasan tubuh terkapar di aspal, seketika menenggelamkan pesan toleransi yang baru saja dirayakan oleh ratusan ribu orang.

Roda penyelidikan bergulir cepat. Kurang dari 24 jam pasca-insiden, kepolisian Berlin mengklaim telah berhasil mengidentifikasi terduga pelaku di balik kemudi maut tersebut. Juru bicara Kepolisian Berlin, Florian Nath, memastikan aparat kini tengah memburu seorang individu yang rekam jejaknya sudah tercatat dalam radar intelijen keamanan. Penyelidikan mengungkap bahwa si penabrak bukanlah sosok asing; ia dikenal sebagai seorang anggota lingkaran Islamis di ibu kota Jerman. Fakta ini sontak menambah bobot politik dan ancaman keamanan dari kasus yang awalnya dikhawatirkan sebagai kecelakaan fatal belaka.

Also Read

ZF Group Ramaikan Pasar Suku Cadang Aftermarket Lewat Merek TRW

Meski identitas sudah dipegang, buruan belum berakhir. Hingga Minggu pagi waktu Berlin, tersangka masih bergerak bebas di luar jeruji besi. Situasi ini memaksa aparat mengerahkan lebih dari 2.000 personel polisi yang bergerak secara masif di seluruh penjuru kota. Dukungan udara pun dikerahkan berupa helikopter dengan kemampuan kamera termal untuk mengendus pergerakan di kegelapan. Mobil yang diduga menjadi alat penghancur itu sendiri telah ditemukan dalam kondisi teronggok tak bertuan, hanya berjarak beberapa ratus meter dari pusat keramaian di kawasan Taman Tiergarten, seolah menjadi saksi bisu pelarian sang pengemudi.

Keganasan serangan ini terlihat dari data korban yang dirilis Dinas Pemadam Kebakaran Berlin. Satu nyawa melayang sia-sia, sementara 16 orang lainnya harus menerima perawatan intensif鈥攖iga di antaranya berada dalam kondisi kritis bergantung pada alat medis. Jumlah itu belum mencakup sekitar 30 peserta parade lainnya yang mengalami guncangan psikologis berat. Para saksi menggambarkan bagaimana konser terbuka yang meriah mendadak mati, diikuti instruksi tegas polisi yang meminta massa untuk segera pulang demi keselamatan, sebuah akhir tragis bagi festival pride terbesar di Eropa yang baru saja menggelar pawai meriah.

Also Read

Pramono Pangkas Ambisi Gedung 20 Lantai, Fokus Rampungkan SDN Cipete yang Mangkrak

Gelombang kecaman dan duka langsung mengalir dari para pemimpin Jerman. Kanselir Friedrich Merz tak ragu melabeli aksi brutal ini sebagai tindakan mengerikan yang menusuk nilai kemanusiaan. Sementara itu, Wali Kota Berlin Kai Wegner menekankan bahwa serangan tersebut bukan hanya melukai fisik para korban, melainkan juga merupakan pukulan telak terhadap pilar keterbukaan dan keberagaman yang selama ini dijunjung tinggi kota itu. Insiden ini kembali merobek luka lama tentang kerentanan ruang publik di Eropa, mengubah pawai penuh cinta menjadi arena perburuan di tengah bayang-bayang teror.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca