Penjagaan Ketat di Menteng Usai Knalpot Bising Memicu Bentrokan dan Isu Liar

Uria Anyi ApuiPublished 27 Jul 2026 - 08.030 Reads
Bagikan WhatsAppX
Penjagaan Ketat di Menteng Usai Knalpot Bising Memicu Bentrokan dan Isu Liar
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Sebuah gesekan kecil akibat suara bising knalpot sepeda motor di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, berbuntut panjang hingga memicu bentrokan fisik antarkelompok pada Minggu (26/7). Guna meredam situasi agar tidak semakin memanas, aparat keamanan langsung bergerak cepat dengan menyiagakan personel dalam jumlah besar di lokasi kejadian. Satu kompi pasukan gabungan yang terdiri dari unsur Kepolisian Daerah (Polda), Korps Brimob, serta TNI kini bersiaga penuh di sekitar Jalan Matraman Dalam untuk mengantisipasi adanya bentrokan susulan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, mengonfirmasi penempatan pasukan tersebut sebagai langkah preventif pasca-insiden yang terjadi pada pagi hari. Selain melakukan penjagaan ketat di titik-titik rawan, petugas kepolisian di lapangan juga melakukan penyisiran terhadap sejumlah orang yang dicurigai membawa senjata tajam. Berdasarkan penyelidikan awal pihak kepolisian, keributan ini bermula dari aksi dua orang yang menggeber motor mereka di dekat sebuah gerobak nasi uduk, yang kemudian memicu teguran dari warga sekitar karena suaranya yang sangat bising.

Namun, teguran tersebut rupanya tidak diterima dengan baik. Kedua pengendara motor itu pergi dan kembali lagi ke lokasi bersama lima orang rekan mereka. Kelompok ini kemudian melakukan tindakan anarkis dengan merusak beberapa tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi, termasuk gerobak nasi uduk tersebut, serta melakukan pemukulan terhadap warga setempat. Polisi saat ini juga tengah mendalami kemungkinan apakah para pelaku penyerangan tersebut berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat peristiwa itu terjadi.

Also Read

Komnas HAM Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Bali

Di sisi lain, insiden ini sempat diwarnai oleh simpang siur informasi di media sosial yang menarasikan bahwa bentrokan dipicu oleh kelompok tertentu yang enggan membayar makanan serta adanya perusakan tempat ibadah. Tudingan liar ini segera dibantah keras oleh Nefton Alfares, advokat sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) yang mendampingi kelompok etnis Ambon yang terlibat dalam peristiwa di Jalan Tambak tersebut. Nefton menegaskan bahwa kabar yang beredar di jagat maya tersebut sepenuhnya tidak benar dan cenderung memprovokasi keadaan.

Menurut penjelasan Nefton setelah menjalani pemeriksaan di Polsek Menteng, rombongannya sama sekali tidak membeli atau memakan nasi uduk di tempat tersebut karena mereka baru saja selesai menyantap bubur ayam di dekat lokasi. Keributan murni dipicu oleh kesalahpahaman ketika salah satu dari mereka menyalakan sepeda motor yang bersuara bising, sehingga memancing ketegangan mulut dengan warga yang sedang makan di warung nasi uduk. Terkait isu perusakan masjid, Nefton mengklarifikasi bahwa rumah ibadah tersebut sama sekali tidak dirusak; bentrokan fisik tersebut secara kebetulan hanya terjadi di area depannya saja.

Also Read

Polisi Selidiki Kematian Misterius Sutrimo di Depan Klinik Kecantikan Kebayoran Baru

Kini, penegakan hukum yang adil menjadi fokus utama dari kedua belah pihak. Kombes Pol Reynold menyatakan komitmennya untuk memproses kasus ini secara transparan dan adil, baik bagi warga yang menjadi korban perusakan maupun kelompok lain yang merasa dirugikan. Senada dengan aparat, pihak perwakilan kelompok etnis Ambon juga mendesak kepolisian untuk menangkap seluruh oknum yang terlibat kekerasan, mengingat dua orang dari pihak mereka juga turut menjadi korban luka dalam pertikaian tersebut.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca