Pasar keuangan dalam negeri dikejutkan oleh kabar mendadak dari pucuk pimpinan bank sentral pada awal pekan ini. Nilai tukar rupiah langsung mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyusul keputusan mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI). Sentimen negatif dari dinamika internal ini dengan cepat direspons oleh para pelaku pasar, memaksa mata uang Garuda kembali terperosok ke zona merah hingga melampaui ambang batas psikologis yang cukup sensitif, yakni di atas level Rp 18.000 per dolar AS.








