Raksasa media Liberty Media merilis laporan keuangan terbaru pada Minggu, 9 Agustus 2026. Laporan tersebut menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kinerja keuangan Formula 1 (F1) sepanjang kuartal kedua tahun ini. Pendapatan F1 merosot sebesar 38 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi USD 764 juta, atau setara dengan Rp 13,67 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp 17.897 per dolar AS. Periode tiga bulanan yang berakhir pada 30 Juni 2026 ini menunjukkan dampak nyata dari penyesuaian jadwal balapan global.
Penyebab utama dari anjloknya pendapatan ini adalah berkurangnya jumlah seri balapan yang diselenggarakan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Berdasarkan laporan resmi, terdapat selisih empat balapan lebih sedikit yang digelar dalam kurun waktu April hingga Juni 2026. Karena hak siar, tiket penonton, dan sponsor sangat bergantung pada jumlah gelaran balapan langsung, pengurangan jumlah seri ini secara otomatis memangkas pemasukan yang masuk ke kas organisasi dalam periode tersebut.








