Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembekalan kesiapan finansial dalam menghadapi risiko penyakit kritis. Langkah ini diwujudkan melalui acara diskusi bertajuk "Health dan Financial Talk" yang digelar di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, pada hari Rabu. Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha didorong untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik sekaligus merancang mitigasi keuangan demi menjaga kelangsungan bisnis mereka dari guncangan eksternal.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa gangguan kesehatan berat sering kali menjadi ancaman tidak terduga bagi stabilitas usaha kecil. Acara tersebut merupakan bagian dari Program Kesehatan dan Ketahanan Bisnis Kota Ambon 2026 yang diselenggarakan oleh Manulife Indonesia bekerja sama dengan RSU Siloam Ambon. Dengan mengusung tema "Ketika Penyakit Kritis Menyerang: Siapkah Keluarga dan Bisnis Anda Secara Finansial?", program ini berupaya menjawab kekhawatiran para pelaku usaha mengenai dampak buruk penyakit kritis terhadap kelangsungan operasional usaha mereka.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari kondisi masyarakatnya. Menurutnya, kota yang maju membutuhkan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki kesiapan yang matang dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko kesehatan yang bisa datang kapan saja. Untuk mencapai hal tersebut, peningkatan literasi kesehatan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah saja. Bodewin menyatakan bahwa diperlukan kolaborasi yang erat dari berbagai pihak, mulai dari institusi pelayanan kesehatan, dunia usaha, organisasi profesi, hingga seluruh komunitas masyarakat.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Dalam sesi edukasi yang berlangsung interaktif tersebut, para peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, pemilik usaha, kalangan profesional, perwakilan organisasi bisnis dan profesi, tokoh masyarakat, serta jajaran perwakilan pemerintah mendapatkan materi kesehatan yang komprehensif. Dua narasumber ahli dihadirkan khusus untuk mengupas tuntas masalah kesehatan ini, yaitu dr. Imam Haryana selaku dokter spesialis jantung dan dr. Frenando Ronaldo yang merupakan seorang dokter ahli onkologi. Keduanya memaparkan materi penting mengenai faktor risiko, gejala awal, langkah pencegahan, proses penanganan medis, hingga fase pemulihan dari penyakit jantung dan kanker yang kerap menyerang masyarakat produktif.
Tidak hanya berfokus pada aspek medis semata, dampak finansial akibat serangan penyakit kritis juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Erwin Simanjutak dari Manulife Indonesia Agency hadir membagikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya memiliki perencanaan keuangan yang matang. Penyakit kritis dinilai tidak hanya menurunkan kemampuan fisik seseorang untuk bekerja dan mengelola usahanya, tetapi juga berpotensi menguras modal kerja dan aset bisnis jika tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, perencanaan keuangan yang tepat dipandang sebagai pilar utama untuk menjaga agar roda bisnis tetap berputar meskipun pemilik atau pengelolanya sedang menjalani masa pengobatan.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Sebagai langkah keberlanjutan, Pemerintah Kota Ambon bersama Manulife Indonesia melalui Phoenixtar dan RSU Siloam Ambon menaruh harapan besar pada kelanjutan program ini. Direktur RSU Siloam Ambon, dr. Paulus Hadiwijaya, beserta para mitra penyelenggara berharap kegiatan edukasi ini tidak berhenti sebagai acara seremonial belaka. Mereka berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai platform edukasi yang berkelanjutan mengenai pentingnya kesehatan dan perencanaan keuangan bagi para pelaku usaha di Kota Ambon.






