Pemerintah terus berupaya memperkuat sektor pangan nasional melalui berbagai langkah strategis di daerah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan meninjau langsung perkembangan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang berlokasi di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peninjauan langsung ke lapangan ini dilakukan pada hari Kamis (30/7) guna memastikan proyek berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Proyek pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional ini memiliki peran yang sangat penting dalam peta jalan ketahanan pangan Indonesia. K-SIGN diproyeksikan tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi garam di tingkat nasional secara signifikan, melainkan juga memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi ini, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan luar dapat dikurangi secara bertahap.
Kunjungan kerja dan peninjauan di Kabupaten Rote Ndao tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Kehadiran tiga menteri ini menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur garam nasional.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Selain jajaran menteri kabinet, peninjauan ini juga dihadiri oleh perwakilan legislatif dan pemerintah daerah. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Kehadiran para pemimpin daerah dan perwakilan rakyat ini menegaskan dukungan penuh terhadap keberhasilan proyek strategis nasional di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.
Dari jajaran badan usaha milik negara dan pelaksana proyek, hadir pula Direktur Utama PT Garam Abraham Mose, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah, serta Direktur Operasi I PT Nindya Karya Fatchurrohman. Keterlibatan aktif para pimpinan perusahaan ini bertujuan untuk memastikan koordinasi teknis di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan demi percepatan pembangunan fisik kawasan pergaraman terpadu.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan penegasan penting mengenai arah kebijakan pangan nasional. Berdasarkan siaran pers dari PT Nindya Karya yang dirilis pada hari Jumat (31/7/2026), Zulkifli Hasan menyatakan bahwa jika Indonesia ingin mandiri, maka produksi dalam negeri harus diperkuat. Menurutnya, penguatan produksi ini sangat krusial agar hasil dari pembangunan tersebut dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat Indonesia sendiri.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Dalam proyek pembangunan K-SIGN di Rote Ndao ini, PT Nindya Karya (Persero) memegang peran yang sangat vital. BUMN karya ini bertindak sebagai kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab penuh dalam membangun seluruh infrastruktur kawasan pergaraman terpadu tersebut. Infrastruktur yang memadai dan berkualitas tinggi menjadi kunci utama agar proses produksi garam di kawasan ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan di masa mendatang.
Pembangunan infrastruktur pergaraman yang terintegrasi di NTT ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan nasional. Dengan sinergi yang kuat antara kementerian, pemerintah daerah, DPR RI, serta badan usaha milik negara seperti PT Garam dan PT Nindya Karya, proyek K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao ini diharapkan dapat segera diselesaikan untuk mendukung tercapainya kemandirian pangan nasional.






