apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Pemerintah Beri Lampu Hijau Ekspor Komoditas Tambang dengan Kandungan Logam Tanah Jarang

Domu TobingDiterbitkan 3 Agu 2026 - 21.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Beri Lampu Hijau Ekspor Komoditas Tambang dengan Kandungan Logam Tanah Jarang
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia akhirnya memberikan kepastian hukum yang dinanti oleh para pelaku industri pertambangan terkait ekspor komoditas yang mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ). Pemerintah memastikan bahwa komoditas pertambangan yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan tetap dapat diekspor ke luar negeri. Kebijakan pembatasan atau larangan ekspor ditegaskan hanya berlaku bagi komoditas LTJ yang berstatus sebagai produk utama dari hasil pertambangan tersebut, bukan sebagai kandungan ikutan.

Langkah penyelesaian ini diambil setelah adanya koordinasi intensif lintas kementerian dan lembaga yang diprakarsai oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa kesepahaman bersama tersebut merupakan hasil nyata dari koordinasi lintas sektor demi memberikan kepastian hukum yang jelas. Selain itu, langkah ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ekspor di lapangan. Untuk memperkuat kepastian hukum selama masa transisi dan penyempurnaan regulasi, pemerintah kini tengah menyiapkan pendapat hukum (legal opinion) resmi dari Kejaksaan Agung.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Dampak positif dari komunikasi intensif yang dibangun KSP dengan berbagai pihak terkait pada 31 Juli 2026 langsung dirasakan oleh dunia usaha. PT Sucofindo kini telah mendapatkan kepastian untuk menerbitkan 85 laporan surveyor yang sebelumnya sempat tertunda. Penundaan penerbitan dokumen ini sebelumnya sempat menghambat aktivitas pengapalan komoditas ekspor. Mayoritas dari laporan surveyor yang sempat tertahan tersebut berasal dari perusahaan eksportir komoditas penting, seperti alumina, tembaga, katoda, serta berbagai produk turunan dari nikel.

Baca Juga

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

Hambatan administratif terkait kebijakan LTJ ini sebelumnya sempat memicu gangguan logistik yang cukup signifikan di sektor transportasi laut. Setidaknya ada sekitar 120 kapal yang dilaporkan tidak bisa berlayar dan tertahan di pelabuhan karena belum dapat keluar akibat belum selesainya dokumen ekspor yang terdampak isu LTJ ini. Dengan adanya lampu hijau dari pemerintah, rantai pasok ekspor komoditas tambang tersebut kini diharapkan dapat kembali berjalan normal.

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan penjelasan mengenai produk pertambangan yang memiliki kandungan unsur radioaktif alami. Produk pertambangan tersebut dinyatakan tetap dapat diekspor secara legal dengan syarat kandungannya tergolong sebagai Naturally Occurring Radioactive Material (NORM). Selain klasifikasi tersebut, eksportir juga wajib memenuhi seluruh regulasi pengujian keselamatan serta pengawasan ketat yang telah ditetapkan oleh otoritas berwenang.

Baca Juga

Harga BBM dan Biaya Sekolah Masih Tinggi di Tengah Deflasi Juli 2026

Harga BBM dan Biaya Sekolah Masih Tinggi di Tengah Deflasi Juli 2026

Ketua Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdanakusumah, memantau perkembangan regulasi ini di tengah berbagai tantangan industri pengolahan mineral tanah air. Industri pengolahan mineral di dalam negeri memang kerap menghadapi dinamika pasar global yang dinamis. Sebagai contoh, pada tahun 2025 lalu, Indonesia harus mengimpor sekitar 6 juta ton sulfur untuk mendukung kebutuhan industri dalam negeri, di mana sekitar 80 persen dari pasokan sulfur tersebut didatangkan dari Timur Tengah. Tantangan semakin berat bagi pelaku industri ketika harga sulfur di pasar internasional melonjak drastis dari yang semula berada di kisaran US$220 per ton menjadi US$1.200 per ton. Oleh karena itu, kepastian regulasi ekspor mineral ikutan seperti LTJ ini menjadi hal krusial untuk menjaga daya saing industri pertambangan nasional.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekspor minerallogam tanah jarangIndustri PertambanganKebijakan Ekspor

Berita Terbaru Lainnya

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Pembukaan Perdagangan Awal PekanPresiden Prabowo Terima Kunjungan PM Thailand Anutin Charnvirakul Sore Ini di Istana MerdekaKPI Pusat Dorong Kolaborasi Media Penyiaran untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026Mendagri Siapkan Dukcapil Jadi Kunci Layanan Publik DigitalHarga BBM dan Biaya Sekolah Masih Tinggi di Tengah Deflasi Juli 2026Dua Helikopter Pemadam Kebakaran Tabrakan di Yunani, Dua Awak Gugur Saat Jinakkan ApiMengukur Keandalan Asuransi Jiwa Melalui Prestasi, BRI Life Raih Empat Penghargaan Nasional dan InternasionalAnggota DPR RI Rajiv Serap Aspirasi Warga Bandung Barat dan Nagreg Terkait Ketahanan Pangan hingga PJU

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap