Target penyaluran insentif untuk 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit sepeda motor listrik pada tahun ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah mempercepat transisi energi di sektor transportasi. Langkah strategis ini dirancang untuk merangsang minat pasar sekaligus memperkuat fondasi industri otomotif masa depan di tanah air. Dalam konteks tersebut, pemerintah secara spesifik mengarahkan fokus dukungan pada kendaraan yang menggunakan teknologi baterai nikel-mangan-kobalt atau nickel-manganese-cobalt (NMC). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemberian insentif khusus untuk baterai NMC ini merupakan salah satu strategi utama untuk mendongkrak pasar mobil listrik berbasis nikel di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bahlil saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada hari Senin.








