apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Teknologi

Pasar Material Printer 3D Diproyeksi Melonjak, Teknologi Cetak Tiga Dimensi Kian Dilirik UMKM Indonesia

Andi TobanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 10.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pasar Material Printer 3D Diproyeksi Melonjak, Teknologi Cetak Tiga Dimensi Kian Dilirik UMKM Indonesia
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemanfaatan teknologi printer tiga dimensi (3D) di Indonesia saat ini terus menunjukkan tren yang semakin meningkat. Teknologi cetak fisik ini tidak lagi hanya didominasi oleh industri manufaktur skala besar, melainkan mulai dilirik dan diadopsi secara luas oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta para kreator kreatif di tanah air. Pergeseran tren ini menandakan adanya kebutuhan yang tinggi akan teknologi penunjang produksi yang lebih modern dan efisien di tingkat lokal.

Potensi perkembangan pasar teknologi ini juga diperkuat oleh data riset sektor material pendukungnya. Menurut laporan riset dari lembaga Data Bridge Market Research, nilai pasar untuk berbagai jenis material printer 3D diproyeksikan akan mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Material yang dimaksud mencakup bahan-bahan utama cetak 3D seperti filament, powder (bubuk), serta resin. Riset tersebut memperkirakan nilai pasar material ini akan meningkat dari yang sebelumnya sebesar 45,63 juta dolar AS pada tahun 2024, menjadi sebesar 178,55 juta dolar AS pada tahun 2032 mendatang.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Lebih lanjut, laporan dari Data Bridge Market Research memproyeksikan bahwa nilai pasar material printer 3D tersebut akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) yang mencapai sebesar 24,35 persen. Pertumbuhan dengan persentase dua digit ini diproyeksikan berlangsung selama periode tahun 2025 hingga tahun 2032. Hal ini mengindikasikan bahwa ekosistem pencetakan 3D, baik dari sisi perangkat maupun bahan baku penunjangnya, akan terus berkembang pesat seiring tingginya permintaan dari berbagai sektor industri.

Baca Juga

Pengguna Face Recognition Boarding Gate di Daop 8 Surabaya Tembus 685 Ribu Pelanggan pada Semester I 2026

Pengguna Face Recognition Boarding Gate di Daop 8 Surabaya Tembus 685 Ribu Pelanggan pada Semester I 2026

Merespons potensi pasar domestik di Indonesia yang terus membesar tersebut, produsen teknologi printer 3D mulai memperluas penetrasi produk mereka. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Bambu Lab yang meluncurkan jajaran printer 3D terbaru mereka, yakni model A2L dan A2L Combo, khusus untuk pasar domestik di Indonesia. Langkah ekspansi ini dilakukan guna menangkap peluang dari tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap teknologi cetak tiga dimensi yang andal.

Marketing Manager Bambu Lab, Samantha Zhang, mengonfirmasi bahwa kehadiran printer seri A2L tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna di Indonesia. Melalui peluncuran printer A2L ini, pihak perusahaan ingin mempermudah para kreator lokal serta para pelaku UMKM di Indonesia dalam mengakses teknologi cetak 3D. Samantha Zhang menambahkan bahwa fokus utama dari produk ini adalah menghadirkan teknologi yang mudah untuk dioperasikan sekaligus memiliki harga yang lebih terjangkau bagi para pelaku usaha.

Baca Juga

Mengenal KDKMP, Bagaimana Perpres Baru Akan Mengatur Koperasi Desa Merah Putih?

Mengenal KDKMP, Bagaimana Perpres Baru Akan Mengatur Koperasi Desa Merah Putih?

Adopsi teknologi cetak 3D oleh para pelaku UMKM dan kreator di Indonesia utamanya didorong oleh efisiensi operasional. Mereka mulai memanfaatkan printer 3D sebagai alternatif utama dalam proses produksi barang karena dinilai memiliki keunggulan dari segi kecepatan dan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode produksi konvensional. Dengan menggunakan printer 3D, para pelaku usaha dapat memangkas waktu pembuatan purwarupa maupun produk akhir, serta lebih mudah melakukan penyesuaian desain tanpa harus melalui proses manufaktur tradisional yang rumit dan memakan waktu lama.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UMKMPrinter 3DTeknologi CetakBambu LabEkonomi Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia Resmikan Rumah Inspirasi Ke-10 di Aceh TamiangKepala Bakom Qodari Tanggapi Polemik 'Londo Ireng', Minta Media Fokus pada Substansi Pidato PresidenKemenag Matangkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di Lembaga PendidikanPrabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Perkuat Modifikasi CuacaPWI Pusat Resmi Cabut Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris Usai Sepakat DamaiSebelum Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Sempat Bahas Pencegahan KorupsiBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Jadi Kasus Ke-18 Sepanjang 2026Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap