PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat perkembangan signifikan dalam pemanfaatan teknologi oleh para pelanggan mereka. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 685.021 pelanggan kereta api jarak jauh tercatat telah menggunakan layanan pemeriksaan tiket berbasis pemindaian wajah atau face recognition boarding gate. Layanan modern ini terus menunjukkan tren positif di wilayah kerja Daop 8 Surabaya.
Peningkatan jumlah pengguna layanan pemindaian wajah ini dikonfirmasi oleh Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono. Menurut data yang dirilis, jumlah penumpang yang memilih metode boarding tersebut pada Semester I 2026 mengalami kenaikan sebanyak 36.296 pelanggan. Angka pertumbuhan tersebut setara dengan peningkatan sebesar 5,6 persen jika dibandingkan dengan periode Semester II 2025.
Sebagai perbandingan, pada Semester II 2025, jumlah pengguna fasilitas face recognition boarding gate di wilayah Daop 8 Surabaya tercatat sebanyak 648.725 pelanggan. Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa dan nyaman menggunakan teknologi pemindaian wajah saat hendak melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh.
Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Saat ini, fasilitas face recognition boarding gate di lingkungan KAI Daop 8 Surabaya dapat diakses oleh para penumpang di tiga stasiun utama. Ketiga stasiun tersebut meliputi Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Malang. Kehadiran teknologi ini di stasiun-stasiun besar tersebut bertujuan untuk mempermudah proses verifikasi penumpang sebelum keberangkatan.
Dari ketiga stasiun yang menyediakan layanan tersebut, Stasiun Surabaya Pasarturi mencatatkan angka penggunaan tertinggi sepanjang Semester I 2026. Di stasiun ini, terdapat sebanyak 327.434 pelanggan yang memanfaatkan fasilitas pemindaian wajah. Menyusul di posisi kedua adalah Stasiun Surabaya Gubeng yang melayani sebanyak 269.552 pelanggan dengan teknologi serupa. Sementara itu, Stasiun Malang berada di posisi berikutnya dengan mencatatkan sebanyak 88.035 pelanggan yang menggunakan fasilitas tersebut dalam periode yang sama.
Penerapan sistem face recognition boarding gate memberikan kepraktisan tersendiri bagi para pengguna jasa kereta api. Dengan adanya sistem ini, para pelanggan tidak lagi diharuskan untuk menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas resmi saat melewati proses boarding di stasiun. Proses verifikasi dapat diselesaikan dengan cepat melalui pemindaian wajah yang terintegrasi dengan data tiket penumpang.
Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Selain menawarkan kemudahan dan kecepatan bagi para penumpang, langkah digitalisasi yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini juga membawa dampak positif bagi kelestarian alam. Layanan pemindaian wajah tersebut secara langsung mendukung operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena sistem digital ini secara signifikan mengurangi kebutuhan dan penggunaan tiket cetak berbahan kertas selama proses keberangkatan.
Sistem layanan ini dinikmati oleh berbagai pelanggan dari berbagai wilayah, termasuk Riana Setiawan, yang merupakan pelanggan KAI asal Bandung. Dengan adanya sistem yang terintegrasi di stasiun-stasiun besar Daop 8 Surabaya, para pelanggan dari luar daerah juga dapat merasakan kemudahan proses boarding tanpa perlu membawa berkas fisik.






