Ada yang ganjil ketika sebuah perusahaan furnitur justru mengampanyekan pesan "Don't Buy Furniture Yet. Talk to Us First." Bukankah lazimnya penjual ingin konsumen segera membeli? Di sinilah letak pergeseran fundamental yang sedang terjadi di industri interior Tanah Air: dari sekadar transaksi jual-beli menuju kemitraan dalam merancang ruang hidup yang benar-benar mencerminkan penghuninya. VIVERE Collection dan IDEMU, dua entitas di bawah naungan PT VIVERE Multi Kreasi, menangkap gelombang perubahan ini dengan menjadikan perayaan ulang tahun ke-23 dan ke-7 mereka sebagai panggung untuk mendidik pasar bahwa rumah yang nyaman tidak dimulai dari membeli, melainkan dari berbicara.
Fenomena ini berakar pada kenyataan bahwa rumah kontemporer telah bermetamorfosis menjadi lebih dari sekadar tempat berteduh. Ia kini menjadi kanvas identitas, ruang yang harus luwes mengakomodasi kerja jarak jauh, hobi, hingga dinamika keluarga yang terus berubah. Sayangnya, banyak orang masih terperangkap dalam pola lama: datang ke gerai, memilih furnitur berdasarkan estetika semata, lalu membawanya pulang tanpa mempertimbangkan bagaimana benda itu akan hidup berdampingan dengan ruang dan rutinitas mereka. Head of Retail & Operation PT VIVERE Multi Kreasi Bagus Prastowo menekankan bahwa keputusan instan semacam ini kerap berujung pada penyesalan jangka panjang—sofa yang terlalu besar untuk sudut baca, atau meja makan yang indah namun menyulitkan lalu lintas penghuni.
Kampanye bertajuk Home & Beyond yang berlangsung pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 di flagship showroom SOUTH78 Gading Serpong hadir sebagai antitesis dari kebiasaan tersebut. Di sini, pendekatan konsultatif menjadi nadi utama. VIVERE Collection memposisikan diri sebagai curated lifestyle furniture brand yang tak sekadar memajang produk, tetapi juga menawarkan rekomendasi tata letak dan pendampingan pemilihan furnitur berbasis gaya hidup pelanggan. Sementara itu, IDEMU melengkapinya dengan layanan one stop interior solution berkonsep Worry Free—mencakup konsultasi, desain, produksi, hingga instalasi—yang menjanjikan proses transparan dan bebas repot. "Setiap sentimeter ruang memiliki potensi," ujar Head of Marketing PT VIVERE Multi Kreasi Derryace Kurniawan, merangkum semangat yang mereka usung lewat pesan Every Centimeter Matters.
Investasi Manusia, Kunci Industri dari Sekolah Vokasi

Di balik narasi konsultasi ini, terdapat pencapaian konkret yang memperkuat kredibilitas kedua merek. Koleksi STOLA, buah kolaborasi VIVERE Collection dengan desainer Felix Sidharta, berhasil membawa pulang penghargaan Best Design GDI 2026—sebuah afirmasi bahwa furnitur yang dirancang dengan dialog mendalam bersama pengguna akan melahirkan karya yang diakui. Di sisi lain, IDEMU memperkenalkan AMARTA Collection yang menyuntikkan nilai-nilai budaya Indonesia ke dalam desain interior modern, menunjukkan bahwa personalisasi ruang juga bisa berarti menghubungkan penghuni dengan akar identitasnya. Rangkaian koleksi ini mencakup kategori living, dining, hingga working collection, menjawab kebutuhan ruang yang semakin cair batasannya.
Menariknya, perayaan ini juga merespons hasrat konsumen masa kini yang tidak lagi puas hanya melihat produk dari balik kaca. Mereka ingin merasakan bagaimana sebuah ruang mendukung aktivitas sehari-hari. Maka, di luar program diskon hingga 23 persen dan bundling promo, pengunjung disuguhi pengalaman imersif seperti Premier Cinema by Ergoease Sofa, lokakarya menganyam rotan, UV Art Painting, hingga 3D Printing Experience. Aktivitas ini bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan sensorik yang menghubungkan calon pembeli dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa tercipta di dalam rumah mereka sendiri.
El Nino dan Perang Gerus Produksi Beras Dunia, Turun Pertama Kali dalam 11 Tahun

Langkah VIVERE Collection dan IDEMU ini mencerminkan babak baru dalam industri interior Indonesia: ruang tidak lagi dibangun dari katalog, melainkan dari percakapan. Ketika konsumen diajak untuk berhenti sejenak, berpikir, dan berdialog sebelum membeli, yang terjadi bukanlah perlambatan penjualan, melainkan pendalaman hubungan. Rumah yang dihasilkan pun bukan sekadar estetik dan fungsional, melainkan juga bermakna—sebuah tempat yang tidak hanya menampung tubuh, tetapi juga memahami jiwa penghuninya.






