Para Taipan Israel dan Ladang Cuan Tersembunyi di Indonesia

Domu TobingPublished 26 Jul 2026 - 00.450 Reads
Bagikan WhatsAppX
Para Taipan Israel dan Ladang Cuan Tersembunyi di Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Di balik hiruk-pikuk pemberitaan konflik Timur Tengah, terdapat jejaring para konglomerat Israel yang diam-diam terus mengamplifikasi kekayaannya. Sebagian dari mesin cuan mereka ternyata terhubung langsung dengan denyut ekonomi Indonesia, bukan melalui kantor perwakilan mewah di Jakarta, melainkan lewat arus komoditas, perangkat digital, dan hiburan yang setiap hari menyentuh kehidupan warga. Forbes mencatat lebih dari 40 nama Israel dalam daftar real-time billionaires, tetapi hanya sedikit yang menyadari seberapa dalam akumulasi pundi-pundi itu bersinggungan dengan Nusantara.

Yang paling kasatmata adalah kiprah dua bersaudara raja pelayaran, Idan dan Eyal Ofer. Idan mengemudikan Eastern Pacific Shipping dengan lebih dari 210 armada kapal鈥攎ulai dari kapal curah, kontainer, hingga tanker minyak mentah鈥攜ang nyaris mustahil tak melintasi perairan Indonesia. Negara kepulauan yang menjadi poros perdagangan komoditas global ini menjadi bagian penting dari rantai logistik mereka. Sementara itu, Eyal mewarisi kejelian sang ayah, Sammy Ofer, dan kini mengelola Ofer Global dengan portofolio properti mewah di Manhattan serta saham di bank dan perusahaan pelayaran internasional. Keduanya, dengan total kekayaan masing-masing lebih dari US$33 miliar, menjadikan Indonesia sebagai salah satu titik simpul perputaran aset yang terus berputar tanpa henti.

Tak kalah canggih adalah suntikan dana yang mengalir melalui gawai yang ada di tangan konsumen Tanah Air. Yuri Milner, miliarder kelahiran Rusia di balik DST Global, merupakan salah satu investor awal yang mendukung Facebook dan Twitter, lalu mengalihkan perhatian ke raksasa teknologi Cina. Ia mencengkeram saham di Alibaba, JD.com, dan yang paling dekat dengan keseharian kita: Xiaomi. Ponsel dengan harga bersaing ini hampir selalu menempati peringkat tiga besar penjualan di Indonesia. Alhasil, setiap transaksi dan peningkatan pangsa pasar Xiaomi turut menebalkan kekayaan Milner yang telah mencapai US$8,6 miliar. Indonesia, yang haus akan ponsel pintar, tanpa sadar menjadi salah satu mesin uang digitalnya.

Also Read

10,2 Ton Kemiri Olahan Sulsel Meluncur ke Jeddah, Bukti Nyata Pendampingan UMKM Berbuah Pasar Global

Dari sektor hiburan digital, dua bersaudara Igor dan Dmitri Bukhman menjadikan kecanduan bermain gim sebagai ladang pundi-pundi. Perusahaan mereka, Playrix, menciptakan Homescapes, Fishdom, dan Township yang juga populer di kalangan pengguna ponsel Indonesia. Berawal dari proyek sejak SMA di Rusia, kantor Playrix kini telah pindah ke Israel, namun basis pemainnya tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan pendapatan tahunan menembus US$2,5 miliar, kekayaan masing-masing saudara itu tercatat US$13,5 miliar. Setiap kali pemain menyelesaikan level dan membeli item virtual, sebagian aliran pendapatan itu ikut menopang posisi mereka sebagai dua orang terkaya Israel.

Kemudian ada para pemain yang lebih tersamar, seperti Michael Federmann, Chairman Federmann Enterprise, yang keluarganya menguasai 27 persen saham Elbit Systems, perusahaan pertahanan dan keamanan dengan penjualan US$5,5 miliar. Tak banyak yang tahu apakah teknologi itu menjangkau Indonesia, tetapi jaringan bisnis mereka terbentang luas. Sementara Yitzhak Tshuva, pemilik Delek Group, berbisnis energi dan properti dari Manhattan hingga Israel, dan Teddy Sagi, pendiri Playtech, memelopori perangkat lunak perjudian beromzet lebih dari US$1 miliar. Mereka semua, bersama Shari Arison yang mewarisi raksasa kapal pesiar Carnival Corp dan aktif di filantropi, merupakan contoh bagaimana kapitalisme global Israel menenun laba dari berbagai sudut bumi, termasuk Indonesia.

Also Read

Bumi Perkemahan Kitribhakti Menjadi Saksi Perkawinan Strategis Koperasi dan UMKM Tangerang

Dunia yang makin terhubung memang menciptakan kekayaan tanpa kenal batas negara. Tanpa perlu mendirikan pabrik atau kantor cabang, para taipan ini merangkul Indonesia sebagai bagian alami dari mesin pertumbuhan mereka鈥攄ari kapal yang mengangkut batu bara ke luar negeri, layar ponsel yang menampilkan gim Playrix, hingga perangkat Xiaomi yang menggenggam pasar. Inilah arsitektur kekayaan yang kerap tak terlihat: diam-diam mengakar, lalu menumbuhkan miliaran dolar di tengah rutinitas kita.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca