Perawatan bayi prematur yang lahir sebelum usia kandungan 37 minggu serta Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan berat di bawah 2500 gram memerlukan perhatian yang sangat khusus. Saat berada di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh orang tua dan tenaga medis adalah proses pemberian nutrisi. Bayi yang lahir dalam kondisi ini umumnya belum memiliki koordinasi yang sempurna antara refleks mengisap, menelan, dan bernapas. Kondisi perkembangan yang belum matang ini membuat pemilihan alat bantu menyusui seperti dot menjadi hal yang sangat krusial.
Otot-otot di sekitar mulut dan rahang bayi prematur serta BBLR masih sangat lemah dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Jika menggunakan dot bayi standar, aliran susu yang keluar dari botol biasanya akan terlalu deras untuk kapasitas mereka. Akibatnya, bayi berisiko tinggi mengalami tersedak, kelelahan yang berlebihan saat menyusu, atau bahkan mengalami trauma menyusu yang membuat mereka enggan menerima botol di kemudian hari. Oleh karena itu, diperlukan dot dengan spesifikasi khusus yang dirancang untuk mendukung keterbatasan fisik bayi.
Dalam memilih dot untuk bayi BBLR, kriteria utama yang harus diperhatikan adalah ukuran lubang dot. Dot khusus untuk bayi dengan berat lahir rendah harus memiliki lubang yang sangat kecil untuk memastikan aliran susu berjalan dengan sangat lambat. Aliran lambat ini penting untuk meniru aliran alami dari payudara ibu, sehingga bayi tidak kewalahan saat menelan. Selain itu, ukuran fisik dot juga harus disesuaikan dengan rongga mulut bayi yang mungil. Pilihlah ukuran dot yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu lebar agar pas di dalam mulut bayi tanpa memicu refleks muntah (gag reflex).
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Bahan pembuat dot juga memegang peranan penting dalam kenyamanan menyusu. Sangat disarankan untuk memilih dot yang terbuat dari bahan silikon medis (medical-grade silicone) yang sangat lunak. Jika bahan dot terlalu keras, bayi BBLR akan cepat lelah karena mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra yang cukup besar hanya untuk mengompresi dot tersebut agar susu dapat keluar. Selain bahan yang lunak, pastikan dot dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara atau fitur anti-kolik. Sistem ini berfungsi mencegah bayi menelan terlalu banyak udara selama menyusu, yang dapat memicu masalah pencernaan seperti kembung dan gumoh.
Selain memilih dot yang tepat, teknik pemberian susu juga harus diperhatikan secara saksama melalui metode Paced Bottle Feeding. Dalam menerapkan metode ini, posisikan bayi agak tegak dan jangan biarkan mereka berbaring datar, lalu berikan botol dengan posisi horizontal. Orang tua atau perawat harus peka terhadap respons tubuh bayi selama proses menyusu. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda seperti membelalakkan mata, melepaskan dot dari mulutnya, atau bernapas dengan cepat, segera turunkan posisi botol dan berikan jeda sejenak agar bayi memiliki kesempatan untuk bernapas dengan lega.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Mengingat kondisi kesehatan setiap bayi prematur dan BBLR di ruang NICU sangat unik dan dinamis, keputusan dalam memilih alat bantu menyusui tidak boleh diambil secara sembarangan. Sebelum memutuskan untuk membeli atau mengganti merek dot yang akan digunakan, orang tua wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Anak (DSA) atau konsultan laktasi yang menangani si kecil. Langkah koordinasi ini sangat penting guna memastikan dot yang dipilih benar-benar aman dan sesuai dengan tahap perkembangan refleks serta kebutuhan medis sang bayi.






