apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Kesehatan

Panduan Memilih Dot yang Tepat untuk Bayi Prematur dan BBLR di Ruang NICU

Andi TobanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 14.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Memilih Dot yang Tepat untuk Bayi Prematur dan BBLR di Ruang NICU
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Perawatan bayi prematur yang lahir sebelum usia kandungan 37 minggu serta Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan berat di bawah 2500 gram memerlukan perhatian yang sangat khusus. Saat berada di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh orang tua dan tenaga medis adalah proses pemberian nutrisi. Bayi yang lahir dalam kondisi ini umumnya belum memiliki koordinasi yang sempurna antara refleks mengisap, menelan, dan bernapas. Kondisi perkembangan yang belum matang ini membuat pemilihan alat bantu menyusui seperti dot menjadi hal yang sangat krusial.

Otot-otot di sekitar mulut dan rahang bayi prematur serta BBLR masih sangat lemah dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Jika menggunakan dot bayi standar, aliran susu yang keluar dari botol biasanya akan terlalu deras untuk kapasitas mereka. Akibatnya, bayi berisiko tinggi mengalami tersedak, kelelahan yang berlebihan saat menyusu, atau bahkan mengalami trauma menyusu yang membuat mereka enggan menerima botol di kemudian hari. Oleh karena itu, diperlukan dot dengan spesifikasi khusus yang dirancang untuk mendukung keterbatasan fisik bayi.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dalam memilih dot untuk bayi BBLR, kriteria utama yang harus diperhatikan adalah ukuran lubang dot. Dot khusus untuk bayi dengan berat lahir rendah harus memiliki lubang yang sangat kecil untuk memastikan aliran susu berjalan dengan sangat lambat. Aliran lambat ini penting untuk meniru aliran alami dari payudara ibu, sehingga bayi tidak kewalahan saat menelan. Selain itu, ukuran fisik dot juga harus disesuaikan dengan rongga mulut bayi yang mungil. Pilihlah ukuran dot yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu lebar agar pas di dalam mulut bayi tanpa memicu refleks muntah (gag reflex).

Baca Juga

KOSPI Anjlok Lebih dari 10 Persen, Bursa Korea Selatan Hentikan Sementara Perdagangan

KOSPI Anjlok Lebih dari 10 Persen, Bursa Korea Selatan Hentikan Sementara Perdagangan

Bahan pembuat dot juga memegang peranan penting dalam kenyamanan menyusu. Sangat disarankan untuk memilih dot yang terbuat dari bahan silikon medis (medical-grade silicone) yang sangat lunak. Jika bahan dot terlalu keras, bayi BBLR akan cepat lelah karena mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra yang cukup besar hanya untuk mengompresi dot tersebut agar susu dapat keluar. Selain bahan yang lunak, pastikan dot dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara atau fitur anti-kolik. Sistem ini berfungsi mencegah bayi menelan terlalu banyak udara selama menyusu, yang dapat memicu masalah pencernaan seperti kembung dan gumoh.

Selain memilih dot yang tepat, teknik pemberian susu juga harus diperhatikan secara saksama melalui metode Paced Bottle Feeding. Dalam menerapkan metode ini, posisikan bayi agak tegak dan jangan biarkan mereka berbaring datar, lalu berikan botol dengan posisi horizontal. Orang tua atau perawat harus peka terhadap respons tubuh bayi selama proses menyusu. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda seperti membelalakkan mata, melepaskan dot dari mulutnya, atau bernapas dengan cepat, segera turunkan posisi botol dan berikan jeda sejenak agar bayi memiliki kesempatan untuk bernapas dengan lega.

Baca Juga

Xpeng Indonesia Targetkan TKDN 60 Persen pada 2027, Saat Ini Sudah Lampaui 40 Persen

Xpeng Indonesia Targetkan TKDN 60 Persen pada 2027, Saat Ini Sudah Lampaui 40 Persen

Mengingat kondisi kesehatan setiap bayi prematur dan BBLR di ruang NICU sangat unik dan dinamis, keputusan dalam memilih alat bantu menyusui tidak boleh diambil secara sembarangan. Sebelum memutuskan untuk membeli atau mengganti merek dot yang akan digunakan, orang tua wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Anak (DSA) atau konsultan laktasi yang menangani si kecil. Langkah koordinasi ini sangat penting guna memastikan dot yang dipilih benar-benar aman dan sesuai dengan tahap perkembangan refleks serta kebutuhan medis sang bayi.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatan anakbayi prematurBBLRNICUtips parenting

Berita Terbaru Lainnya

Waspada Modus Penipuan "Like & Share" Snapboost, Satgas Pasti Blokir Akses dan Hentikan OperasionalnyaInvestor Catat! BNI (BBNI) Siapkan Rp627 Miliar untuk Aksi Buyback Saham KeduaRupiah Lanjut Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS di Tengah Masa Transisi Kepemimpinan Bank IndonesiaBNI Berencana Lakukan Buyback Saham Kedua Tahun Ini dengan Anggaran Maksimal Rp627 MiliarEkonom Apresiasi Langkah Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga AcuanJadwal PKKMB dan Ospek 2026 di UI, UGM, UNAIR, UNS, dan UNPBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Berikut Profil dan Rekam JejaknyaPolda Metro Jaya Bongkar Sindikat Propaganda Digital Terorganisasi, Delapan Tersangka Ditangkap

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap