apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

OJK Catat Penyaluran Paylater Perbankan Tembus Rp30,71 Triliun per Juni 2026

Parlin SinagaDiterbitkan 5 Agu 2026 - 13.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
OJK Catat Penyaluran Paylater Perbankan Tembus Rp30,71 Triliun per Juni 2026
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit melalui layanan beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) oleh sektor perbankan terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, total nilai outstanding paylater perbankan telah menembus angka Rp30,71 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 33,54 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa produk pembiayaan retail berbasis digital di perbankan masih diminati oleh masyarakat luas.

Meski masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi secara tahunan, laju ekspansi bisnis BNPL di industri perbankan ini sebenarnya mulai memperlihatkan tanda-tanda perlambatan. Menurut data OJK, tingkat pertumbuhan pada Juni 2026 tersebut tercatat lebih lambat bila dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya. Sebagai perbandingan, pertumbuhan paylater perbankan pada bulan lalu masih mampu menggeliat hingga menyentuh angka 37,72 persen secara tahunan. Dinamika ini memperlihatkan adanya penyesuaian pasar setelah periode pertumbuhan yang sangat pesat.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa peningkatan nilai outstanding ini juga diiringi oleh bertambahnya basis pengguna layanan tersebut di tanah air. Jumlah rekening nasabah yang memanfaatkan fasilitas paylater perbankan kini telah berkembang pesat hingga mencapai 32,80 juta rekening. Dari total rekening yang aktif tersebut, OJK mencatat rata-rata baki debit atau outstanding balance untuk setiap rekening berada pada angka Rp0,94 juta. Angka rata-rata ini menunjukkan bahwa mayoritas penggunaan paylater masih menyasar transaksi ritel dengan nilai yang relatif kecil per nasabah.

Baca Juga

Isuzu Optimistis Pasar Kendaraan Niaga Tumbuh, Bidik Pangsa Pasar 31 Persen

Isuzu Optimistis Pasar Kendaraan Niaga Tumbuh, Bidik Pangsa Pasar 31 Persen

Seiring dengan peningkatan volume penyaluran kredit, risiko kredit macet atau non-performing loan (NPL) untuk segmen paylater perbankan justru menunjukkan perbaikan yang positif. Pada Juni 2026, OJK mencatat rasio NPL paylater berada di level 2,36 persen. Posisi tersebut mengalami penurunan yang cukup berarti dari tingkat NPL pada bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 2,50 persen. Penurunan rasio kredit bermasalah ini mengindikasikan bahwa manajemen risiko dan mitigasi kredit macet yang diterapkan oleh industri perbankan berjalan dengan baik.

Meskipun nilai penyaluran paylater perbankan terus merangkak naik mendekati angka Rp31 triliun, kontribusi layanan ini terhadap total portofolio kredit perbankan secara keseluruhan dinilai masih sangat minim. Porsi penyaluran BNPL perbankan tercatat baru menyumbang sekitar 0,34 persen dari total seluruh kredit yang disalurkan oleh industri perbankan nasional. Dengan porsi yang masih sangat kecil ini, dampak fluktuasi kinerja paylater terhadap stabilitas industri perbankan secara umum dinilai masih berada dalam batas yang sangat terkendali.

Baca Juga

Mengintip Rumah Mewah Usher di Atlanta yang Unik dan Penuh Makna Seni Klasik

Mengintip Rumah Mewah Usher di Atlanta yang Unik dan Penuh Makna Seni Klasik

Berdasarkan analisis kinerja perbankan, pertumbuhan layanan BNPL hingga Juni 2026 ini terutama didorong oleh peningkatan penyaluran kredit pada kategori bank tertentu. Secara spesifik, kelompok bank yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ini adalah bank-bank yang masuk dalam kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) I dan KBMI III. Kedua kelompok bank ini terus aktif memperluas jangkauan produk paylater mereka guna menangkap peluang pasar retail, baik melalui pengembangan platform digital internal maupun kolaborasi dengan berbagai ekosistem digital lainnya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kredit perbankanOJKPaylater PerbankanDian Ediana Rae

Berita Terbaru Lainnya

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Diberhentikan Sementara dan Bersiap Ajukan PraperadilanIsuzu Optimistis Pasar Kendaraan Niaga Tumbuh, Bidik Pangsa Pasar 31 PersenKepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Menurun, Istana Siapkan Evaluasi KinerjaKPK Usut Dugaan Bupati Kuansing Nonaktif Potong TPP ASN hingga 50 PersenPSSI Rilis Skuad Timnas U-18 Putri Indonesia untuk Srikandi Merdeka Cup 2026Mengintip Rumah Mewah Usher di Atlanta yang Unik dan Penuh Makna Seni KlasikHasil Piala AFF 2026, Thailand Tekuk Filipina, Myanmar Pesta Gol Lawan LaosPT Lautan Luas Tbk. Gandeng Greenvolt Power Indonesia Perluas Implementasi PLTS di Delapan Lokasi

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap