apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Net Sell Asing Tekan Saham Big Caps di Awal Agustus 2026

Andi TobanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 21.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Net Sell Asing Tekan Saham Big Caps di Awal Agustus 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

JAKARTA - Pasar saham Indonesia mengawali perdagangan di bulan Agustus 2026 dengan tekanan jual yang cukup signifikan dari pemodal internasional. Pada hari pertama perdagangan, yakni Senin (3/8/2026), investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp708 miliar di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia. Tekanan jual ini secara langsung menyasar saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps), yang kemudian memengaruhi laju gerak indeks secara keseluruhan.

Aksi pelepasan aset oleh investor asing pada awal Agustus ini memperpanjang tren distribusi yang telah terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Sektor komoditas, material dasar, serta perbankan BUMN menjadi sasaran utama pelepasan portofolio tersebut. Pola distribusi ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar luar negeri dalam memosisikan dana mereka di pasar ekuitas domestik pada awal bulan ini.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Berdasarkan data perdagangan bursa, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Nilai penjualan bersih pada saham emiten berkode TPIA ini mencapai Rp191,9 miliar. Tekanan jual juga berlanjut pada emiten tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), yang mencatatkan net sell asing sebesar Rp91,1 miliar pada hari yang sama.

Baca Juga

Sorotan GIIAS 2026, Bedah Teknologi Toyota Veloz Hybrid hingga Inovasi Baterai Polytron

Sorotan GIIAS 2026, Bedah Teknologi Toyota Veloz Hybrid hingga Inovasi Baterai Polytron

Sektor perbankan pelat merah pun tidak luput dari aksi jual bersih asing. PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp88,4 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan net sell senilai Rp62,2 miliar. Selain itu, raksasa otomotif dan konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII) juga mencatat aliran modal keluar dengan nilai bersih Rp53,3 miliar. Pelepasan saham-saham unggulan ini menjadi faktor utama yang membebani kinerja indeks sektoral terkait.

Di tengah maraknya aksi jual bersih asing tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan pada akhir perdagangan hari Senin. IHSG bertengger di level 6.234,49 pada pukul 16.00 WIB. Posisi penutupan ini menunjukkan penurunan tipis sebesar 1,63 poin atau sekitar 0,03 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan sebelumnya yang berada di level 6.236,13. Pergerakan yang cenderung mendatar ini terjadi seiring langkah para pelaku pasar yang terus mencermati berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun perkembangan situasi global.

Baca Juga

PM Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Lapis Baja untuk Perkuat TNI

PM Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Lapis Baja untuk Perkuat TNI

Aktivitas transaksi di bursa terpantau cukup ramai sepanjang hari perdagangan pertama Agustus tersebut. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp14,38 triliun. Adapun volume perdagangan menyentuh angka 38,77 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,33 juta kali. Dinamika transaksi yang tinggi ini menunjukkan adanya pergantian kepemilikan saham yang aktif antara pelaku pasar domestik dan asing di tengah fluktuasi harga.

Secara keseluruhan, peta pergerakan saham pada hari tersebut menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah. Tercatat sebanyak 348 saham mengalami penurunan harga, sementara 292 saham berhasil menguat. Di sisi lain, terdapat 150 saham yang posisinya tidak mengalami perubahan alias stagnan. Selain saham-saham yang banyak dilepas asing, kinerja IHSG hari ini juga terseret oleh beberapa emiten pemberat (laggards) utama. Emiten seperti BREN, DCII, BBCA, BUVA, dan MLPT tercatat masuk dalam jajaran saham yang menahan laju indeks pada perdagangan kali ini.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bursa Efek IndonesiaIHSGNet Sell AsingSaham Big Caps

Berita Terbaru Lainnya

Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Soroti Lemahnya Pendidikan Politik dan Tingginya Ongkos KontestasiIndonesia dan Thailand Sepakati Upaya Bersama Dorong Perdamaian di MyanmarSorotan GIIAS 2026, Bedah Teknologi Toyota Veloz Hybrid hingga Inovasi Baterai PolytronCekcok dengan Mantan Berujung Maut, Pemuda yang Tenggelam di Kali BKB Ditemukan TewasBanjir Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Wagub Vasco Ruseimy Minta Warga WaspadaPM Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Lapis Baja untuk Perkuat TNILaba Bersih Bank Permata Tumbuh di Semester I-2026 Berkat Penurunan CKPNLangkah Awal Megaproyek PLTS 100 GW Mulai Diresmikan di Bali

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap