JAKARTA - Pasar saham Indonesia mengawali perdagangan di bulan Agustus 2026 dengan tekanan jual yang cukup signifikan dari pemodal internasional. Pada hari pertama perdagangan, yakni Senin (3/8/2026), investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp708 miliar di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia. Tekanan jual ini secara langsung menyasar saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps), yang kemudian memengaruhi laju gerak indeks secara keseluruhan.
Aksi pelepasan aset oleh investor asing pada awal Agustus ini memperpanjang tren distribusi yang telah terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Sektor komoditas, material dasar, serta perbankan BUMN menjadi sasaran utama pelepasan portofolio tersebut. Pola distribusi ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar luar negeri dalam memosisikan dana mereka di pasar ekuitas domestik pada awal bulan ini.
Berdasarkan data perdagangan bursa, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Nilai penjualan bersih pada saham emiten berkode TPIA ini mencapai Rp191,9 miliar. Tekanan jual juga berlanjut pada emiten tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), yang mencatatkan net sell asing sebesar Rp91,1 miliar pada hari yang sama.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Sektor perbankan pelat merah pun tidak luput dari aksi jual bersih asing. PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp88,4 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan net sell senilai Rp62,2 miliar. Selain itu, raksasa otomotif dan konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII) juga mencatat aliran modal keluar dengan nilai bersih Rp53,3 miliar. Pelepasan saham-saham unggulan ini menjadi faktor utama yang membebani kinerja indeks sektoral terkait.
Di tengah maraknya aksi jual bersih asing tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan pada akhir perdagangan hari Senin. IHSG bertengger di level 6.234,49 pada pukul 16.00 WIB. Posisi penutupan ini menunjukkan penurunan tipis sebesar 1,63 poin atau sekitar 0,03 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan sebelumnya yang berada di level 6.236,13. Pergerakan yang cenderung mendatar ini terjadi seiring langkah para pelaku pasar yang terus mencermati berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun perkembangan situasi global.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Aktivitas transaksi di bursa terpantau cukup ramai sepanjang hari perdagangan pertama Agustus tersebut. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp14,38 triliun. Adapun volume perdagangan menyentuh angka 38,77 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,33 juta kali. Dinamika transaksi yang tinggi ini menunjukkan adanya pergantian kepemilikan saham yang aktif antara pelaku pasar domestik dan asing di tengah fluktuasi harga.
Secara keseluruhan, peta pergerakan saham pada hari tersebut menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah. Tercatat sebanyak 348 saham mengalami penurunan harga, sementara 292 saham berhasil menguat. Di sisi lain, terdapat 150 saham yang posisinya tidak mengalami perubahan alias stagnan. Selain saham-saham yang banyak dilepas asing, kinerja IHSG hari ini juga terseret oleh beberapa emiten pemberat (laggards) utama. Emiten seperti BREN, DCII, BBCA, BUVA, dan MLPT tercatat masuk dalam jajaran saham yang menahan laju indeks pada perdagangan kali ini.






