apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta, Sektor Migas Jadi Beban Utama

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 3 Agu 2026 - 14.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta, Sektor Migas Jadi Beban Utama
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bagaimana kondisi kesehatan sektor perdagangan luar negeri Indonesia saat ini, dan apakah lonjakan impor energi mulai mengancam stabilitas ekonomi kita? Pertanyaan praktis ini mengemuka seiring dengan rilis data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Lembaga pemerintah tersebut melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$ 450 juta. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar karena menunjukkan adanya tekanan yang cukup besar dari sektor impor, khususnya komoditas energi.

Menurut data resmi yang dirilis BPS, rapor merah pada bulan Juni 2026 tersebut utamanya dipicu oleh tingginya defisit di sektor minyak dan gas bumi (migas). Sektor migas mencatatkan defisit yang cukup dalam, yakni mencapai US$ 3,49 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa komoditas utama yang menjadi penyumbang terbesar bagi defisit migas ini adalah hasil minyak serta minyak mentah. Ketergantungan Indonesia pada impor kedua komoditas energi tersebut menjadi beban berat yang menekan kinerja neraca perdagangan secara keseluruhan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Di sisi lain, sektor nonmigas sebenarnya masih menunjukkan performa yang cukup baik. Neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada periode yang sama berhasil mencatatkan surplus sebesar US$ 3,04 miliar. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh beberapa komoditas andalan ekspor Indonesia. Di antaranya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Meskipun sektor nonmigas terus berupaya menyumbang devisa, hasil positif dari ekspor komoditas tersebut belum cukup kuat untuk menutup besarnya defisit yang dihasilkan oleh sektor migas.

Baca Juga

Kinerja Operasional Tumbuh, Laba Bersih KAI Semester I 2026 Turun 73 Persen

Kinerja Operasional Tumbuh, Laba Bersih KAI Semester I 2026 Turun 73 Persen

Jika ditinjau secara kumulatif sepanjang paruh pertama tahun ini, situasi perdagangan Indonesia secara umum masih berada di zona positif. Untuk periode Januari hingga Juni 2026, neraca perdagangan kumulatif Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar US$ 3,58 miliar. Surplus kumulatif ini sebagian besar disokong oleh kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan surplus kumulatif sangat signifikan, yakni mencapai US$ 19,35 miliar. Namun, pada periode yang sama, sektor migas mengalami defisit kumulatif yang tidak kalah besar, yaitu sebesar US$ 15,77 miliar. Kesenjangan ini memperlihatkan tantangan struktural yang nyata antara kinerja ekspor nonmigas dan kebutuhan impor energi nasional yang terus membengkak.

Selain data sektoral, BPS juga merinci hubungan dagang bilateral Indonesia dengan sejumlah negara mitra utama yang masih memberikan kontribusi positif. Indonesia tercatat masih mempertahankan surplus perdagangan yang cukup besar dengan beberapa negara tujuan ekspor. Dengan Amerika Serikat, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$ 8,55 miliar. Hubungan dagang dengan India juga menyumbang surplus sebesar US$ 6,68 miliar, disusul oleh Filipina yang memberikan surplus sebesar US$ 4,24 miliar bagi Indonesia.

Baca Juga

Garuda Indonesia Ungkap Perkembangan Rencana Merger dengan Pelita Air

Garuda Indonesia Ungkap Perkembangan Rencana Merger dengan Pelita Air

Secara keseluruhan, laporan berkala yang disampaikan pada Senin, 3 Agustus 2026 ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan perdagangan luar negeri Indonesia. Meskipun ekspor komoditas nonmigas ke negara-negara mitra utama seperti Amerika Serikat, India, dan Filipina masih berjalan baik, beban impor minyak mentah dan hasil minyak yang tinggi tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi agar tidak menggerus surplus perdagangan di masa mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPSNeraca DagangSektor MigasEkspor Impor

Berita Terbaru Lainnya

Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Dituntut 7 Tahun Penjara, Abah Kunang 4 TahunDewas KPK Jadwalkan Pemeriksaan Staf Administrasi yang Jadi Tersangka PemerasanPLN Pastikan Aliran Listrik Tanpa Kedip dalam Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasKinerja Operasional Tumbuh, Laba Bersih KAI Semester I 2026 Turun 73 PersenGaruda Indonesia Ungkap Perkembangan Rencana Merger dengan Pelita AirKebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan PenumpangPLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali NormalInflasi Juli 2026 Diproyeksikan Melambat Jadi 0,03 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap