Sebuah klinik kecantikan yang tampak terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendadak menjadi pusat perhatian publik. Di balik pagar hitamnya yang kini terpasang garis polisi, sebuah misteri kematian sedang diurai oleh aparat kepolisian. Sutrimo, seorang pria yang ditemukan tidak sadarkan diri di halaman klinik tersebut pada Kamis (23/7), kini memicu berbagai spekulasi liar setelah dikabarkan memiliki hubungan erat dengan mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung.
Kabar yang beredar di jagat maya menyebutkan bahwa almarhum merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Isu ini dengan cepat dikaitkan oleh warganet dengan berbagai kasus hukum yang pernah ditangani oleh Febrie. Menanggapi desas-desus tersebut, pihak kepolisian memilih bersikap hati-hati. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan dan status hubungan korban dengan mantan Jampidsus tersebut masih didalami secara mendalam oleh penyidik. Sementara itu, Febri Diansyah selaku kuasa hukum Febrie Adriansyah mengaku belum mengetahui kebenaran informasi mengenai identitas korban.
Bentrokan Maut di Menteng Berawal dari Perselisihan Warung Nasi Uduk

Kondisi Mordent Esthetic Clinic, tempat korban pertama kali ditemukan kolaps, justru jauh dari kesan mewah. Bangunan tersebut terlihat kusam, dengan cat yang mulai memudar dan plafon teras yang jebol di beberapa sudut. Halamannya pun ditumbuhi tanaman liar yang tidak terurus, memberikan kesan bahwa tempat ini sudah lama ditinggalkan. Ketua RT setempat, Ima, bahkan mengakui bahwa dirinya mengira bangunan tersebut adalah rumah kosong yang sudah tidak lagi beroperasi. Ia baru mengetahui adanya peristiwa setelah seorang pengemudi ojek melaporkan adanya pria pingsan di tepi jalan pada hari kejadian.
Sutrimo sendiri sempat dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring segera setelah ditemukan tergeletak. Namun, takdir berkata lain. Nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan telah meninggal dunia sesampainya di fasilitas medis tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban, sembari memastikan bahwa kepolisian berkomitmen mengungkap penyebab pasti kematian ini melalui metode ilmiah dan pemeriksaan saksi-saksi.
Komnas HAM Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Bali

Hingga saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan terus bergerak mencari petunjuk. Garis polisi kuning masih melintang erat di pintu masuk klinik guna menjaga keaslian tempat kejadian perkara. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menjelaskan bahwa anggotanya telah melakukan olah TKP awal dan kini tengah berfokus mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, polisi juga terus memeriksa saksi-saksi potensial yang berada di sekitar tempat kejadian untuk menyusun potongan teka-teki kematian Sutrimo yang masih diselimuti kabut misteri.






