Uang sebesar Rp200.000 menjadi salah satu catatan berharga bagi Kosasih pada tahun 2006 silam. Kala itu, seorang pembeli asal Bali terpikat dan memutuskan untuk membeli salah satu karya miniatur buatan Kosasih yang menggambarkan sosok perempuan pedesaan sedang menjunjung bakul berisi hasil tani di atas kepalanya. Momen tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjang pria berusia 55 tahun yang akrab disapa Abah Koko ini dalam merintis usaha kerajinan berbahan karung goni bekas melalui bengkel kerja bernama Goni Craft Natural Art.
Beroperasi dari sebuah rumah sekaligus bengkel sederhana di dalam gang sempit kawasan Rancasawo, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Abah Koko telah aktif melahirkan karya kriya sejak tahun 1997. Jauh sebelum menekuni kerajinan goni, lulusan sekolah kejuruan arsitektur di Bandung ini menyambung hidup dengan berdagang di sekitar Jalan Cihampelas sejak tahun 1994. Di kawasan tersebut, ia kerap menjual barang hasil kerajinan tangannya sendiri, mulai dari senapan mainan hingga berbagai macam aksesoris.








