apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Menuju "Made by Indonesia", Strategi Baru Industrialisasi Hijau dan Kemandirian Teknologi

Agus CahyonoDiterbitkan 29 Jul 2026 - 07.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menuju "Made by Indonesia", Strategi Baru Industrialisasi Hijau dan Kemandirian Teknologi
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Indonesia saat ini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial dalam upayanya melakukan transisi menuju ekonomi hijau. Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, pemerintah berkomitmen menjadikan sektor perindustrian sebagai agenda utama selama lima tahun ke depan. Kebijakan ini dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik agar mampu menyentuh angka 8 persen. Guna membahas langkah konkret tersebut, forum Katadata Policy Dialogue menggelar diskusi bertema "Made in Indonesia: Membangun Daya Saing Industri yang Berkelanjutan" di Jakarta pada Selasa (28/7/2026). Forum ini juga diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara menuju Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026.

Dalam forum tersebut, gagasan mengenai pergeseran paradigma industrialisasi nasional mengemuka secara kuat. Wakil Koordinator Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Hilirisasi
, Dimas Muhamad, menekankan bahwa keberhasilan proses industrialisasi di tanah air tidak boleh hanya diukur dari seberapa besar nilai investasi asing yang masuk ke dalam negeri. Menurutnya, sekadar memproduksi barang di dalam negeri belum cukup untuk membawa perubahan struktural yang signifikan bagi perekonomian nasional. Dimas menegaskan, "Made in Indonesia saja belum cukup. Yang kita butuhkan adalah Made by Indonesia. Kita harus memiliki perusahaan nasional yang mampu menyerap teknologi, berinovasi, dan menjadi global champion."
Baca Juga

Rupiah Melemah ke Rp 18.083 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Gubernur BI

Rupiah Melemah ke Rp 18.083 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Gubernur BI

Senada dengan pandangan tersebut, Managing Director Industrialization Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Ardy Muawin, menyatakan bahwa pola ekonomi lama tidak lagi memadai untuk masa depan Indonesia. Ketergantungan yang terus-menerus pada kegiatan ekspor komoditas sumber daya alam mentah serta pemanfaatan tenaga kerja murah tidak akan mampu membebaskan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Oleh karena itu, melalui peran Danantara, pemerintah kini menerapkan pendekatan yang jauh lebih selektif dalam menjaring investor luar. Fokus utama dialihkan pada komitmen transfer teknologi serta pembentukan rantai pasok nasional yang kokoh. Danantara sendiri diposisikan sebagai motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi dan akselerasi industri melalui konsolidasi kekuatan badan usaha milik negara (BUMN).

Tantangan nyata dalam penguasaan teknologi ini diakui oleh para pelaku industri strategis nasional. President Director Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya F. Arif, memaparkan bahwa salah satu hambatan terbesar yang dihadapi industri dalam negeri saat ini adalah penguasaan teknologi manufaktur baterai secara mandiri. Untuk mengatasi kesenjangan teknologi tersebut, IBC saat ini menempuh langkah kemitraan taktis dengan sejumlah pemain global. Namun demikian, Aditya menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak asing tersebut diposisikan sebagai batu loncatan awal. Target jangka panjang dari kemitraan ini adalah membangun dan mematangkan kapabilitas teknologi nasional secara mandiri agar Indonesia tidak terus bergantung pada pihak luar.

Baca Juga

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Di sisi regulasi dan pembangunan infrastruktur pendukung, kolaborasi antara jajaran pemerintah dan para pelaku usaha terus diakselerasi. Kedua pihak kini mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri. Langkah ini diambil guna merealisasikan target-target pembangunan yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Sementara itu, untuk mendukung efisiensi anggaran dan fokus pembangunan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencana pemerintah untuk menyerahkan proyek-proyek pembangunan infrastruktur berskala lebih besar kepada pihak swasta. Dengan pembagian peran ini, pemerintah dapat lebih memfokuskan sumber daya yang ada untuk mengawal agenda besar industrialisasi nasional yang berkelanjutan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNekonomi hijauhilirisasiIndustrialisasi HijauMade by IndonesiaBPI Danantara

Berita Terbaru Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp 18.083 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Gubernur BIDiler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini Penjelasannya

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap