Sebuah foto yang diambil dalam rapat kabinet Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Camp David telah memicu spekulasi besar mengenai kemungkinan intervensi Washington di pasar valuta asing. Foto tersebut memperlihatkan catatan milik Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang mengindikasikan adanya rencana pembelian mata uang yen Jepang senilai miliaran dolar AS. Nilai rencana transaksi tersebut diperkirakan mencapai 5 hingga 10 miliar dolar AS, atau setara dengan kisaran Rp180 triliun.
Momen tersebut tertangkap kamera wartawan saat berlangsungnya bagian rapat kabinet yang terbuka untuk media pada hari Jumat. Foto yang diambil oleh kantor berita Reuters dari arah belakang bahu Scott Bessent pada pukul 11.33 waktu setempat memperlihatkan detail isi catatan tersebut dengan sangat jelas. Tepat di atas buku catatan yang terbuka, tampak kartu nama sang Menteri Keuangan. Di dalam buku catatan tersebut, terdapat tulisan dengan tajuk yang digarisbawahi bertuliskan "To Do" dan diikuti kalimat di bawahnya, yaitu "Buy Japanese Yen (JPY) $5-10 bil". Tidak terlihat ada tulisan atau catatan lain pada halaman buku tersebut.
Munculnya foto catatan rencana pembelian yen ini terjadi di tengah situasi pasar yang dinamis pada hari yang sama. Sekitar dua jam sebelum foto di Camp David itu diambil, tepatnya pada Jumat pagi, Reuters sempat melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS telah memberikan pemberitahuan kepada sejumlah bank mengenai kemungkinan adanya intervensi di pasar yen pada hari itu. Sementara itu, otoritas moneter di Jepang sendiri dilaporkan telah melakukan intervensi pada Jumat pagi waktu Tokyo untuk menopang nilai tukar yen yang terus melemah terhadap dolar AS. Langkah intervensi dari pihak Jepang tersebut berhasil memicu penguatan nilai mata uang yen secara signifikan dalam sesi perdagangan pagi hari.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Meskipun foto catatan tersebut telah menimbulkan kehebohan di kalangan pelaku pasar global, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai maksud dan tujuan dari tulisan di buku catatan Scott Bessent tersebut. Tidak adanya konfirmasi resmi membuat publik tidak dapat memastikan apakah coretan tersebut merupakan rencana intervensi pasar yang matang dari pemerintah AS, sekadar catatan pengingat diskusi internal, atau bagian dari koordinasi kebijakan yang belum dieksekusi. Ketidakpastian ini membuat spekulasi mengenai langkah konkret Washington di pasar valuta asing masih terus bergulir.
Jika rencana pembelian yen oleh AS ini benar-benar terlaksana, tindakan ini akan menjadi peristiwa yang langka bagi kebijakan moneter Washington. Departemen Keuangan AS tercatat terakhir kali melakukan intervensi pasar untuk membantu memperkuat nilai mata uang yen Jepang pada tahun 2011 silam. Pada waktu itu, intervensi dilakukan tidak secara sepihak, melainkan melalui aksi bersama yang terkoordinasi dengan negara-negara anggota G7. Langkah darurat tersebut diambil setelah Jepang dihantam bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat yang mengganggu kestabilan perekonomian negara tersebut.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kini, para pelaku pasar keuangan di berbagai belahan dunia tengah menanti kepastian apakah coretan tangan di Camp David tersebut akan berlanjut menjadi intervensi nyata dari AS bersama Jepang, atau hanya akan tetap menjadi catatan di atas meja rapat kabinet. Perkembangan nilai tukar yen terhadap dolar AS ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh kejelasan sikap dari Departemen Keuangan AS terkait isu sensitif ini.






