Kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan ketergantungan masyarakat pada bahan bakar ini untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, keberadaan Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi sangat krusial. Fasilitas energi yang terletak di Cilegon, Banten ini memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan statusnya sebagai Objek Vital Nasional, terminal ini memegang tanggung jawab besar untuk memasok sekitar 35 hingga 40 persen dari total kebutuhan LPG secara nasional.
Untuk menopang beban distribusi yang sedemikian besar, Terminal LPG Tanjung Sekong dirancang dengan kapasitas infrastruktur yang sangat mumpuni. Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare dan memiliki kapasitas penyimpanan yang mencapai 98.000 metrik ton (MT). Tidak hanya itu, terminal ini juga dilengkapi dengan tiga dermaga yang memiliki kapasitas sandar kapal mulai dari 3.500 hingga 65.000 Deadweight Tonnage (DWT). Dukungan dermaga ini memungkinkan proses bongkar muat kapal pengangkut LPG berjalan dengan lancar dan efisien.
Dengan infrastruktur yang memadai tersebut, Terminal LPG Tanjung Sekong mampu mencatatkan arus penyaluran atau throughput bulanan yang sangat tinggi. Setiap bulannya, jumlah LPG yang disalurkan melalui fasilitas ini melampaui angka 200.000 metrik ton (MT). Demi memastikan pasokan energi ke masyarakat tidak terputus, terminal ini beroperasi tanpa henti selama 24 jam sehari. Operasional tanpa jeda ini menjadi tulang punggung bagi kelancaran distribusi LPG di tingkat nasional, sehingga meminimalisasi risiko kelangkaan pasokan di pasar.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Perjalanan Terminal LPG Tanjung Sekong dalam menjaga ketahanan energi nasional telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Fasilitas ini pertama kali mulai beroperasi pada tahun 2012. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen dan perkembangan teknologi, fasilitas ini terus ditingkatkan fungsinya. Pada tahun 2020, terminal ini mengalami peningkatan status dan teknologi menjadi Terminal LPG Refrigerated (berpendingin). Peningkatan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyimpanan serta efisiensi operasional dalam mengelola LPG dalam skala besar.
Wilayah jangkauan distribusi dari Terminal LPG Tanjung Sekong mencakup area yang sangat luas di wilayah barat dan tengah Indonesia. Gas yang dikelola di terminal ini disalurkan untuk melayani kebutuhan di 63 kabupaten dan kota yang tersebar di tiga provinsi besar. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan. Dengan cakupan wilayah yang padat penduduk ini, kestabilan operasional terminal berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan harian jutaan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pentingnya peran strategis terminal ini mendapat perhatian serius dari jajaran manajemen PT Pertamina (Persero). Pada hari Rabu, 29 Juli 2026, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan kunjungan langsung dalam agenda Management Walkthrough di Terminal LPG Tanjung Sekong yang berlokasi di Cilegon, Banten. Selain memastikan keandalan operasional harian bersama VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, kunjungan ini juga menyoroti langkah masa depan terminal. Saat ini, Terminal LPG Tanjung Sekong tengah aktif mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju kegiatan operasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa mendatang.






