apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Otomotif

Mengenal Suzuki Choinori, Motor JDM Langka Super Ringan yang Kini Diburu Kolektor

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 29 Jul 2026 - 19.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Suzuki Choinori, Motor JDM Langka Super Ringan yang Kini Diburu Kolektor
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Dunia otomotif roda dua kerap menghadirkan kendaraan-kendaraan unik dengan konsep yang tidak biasa. Salah satu model yang menarik perhatian adalah Suzuki Choinori, sepeda motor mungil asal Jepang yang dikenal sebagai salah satu kendaraan paling unik yang pernah diproduksi di Negeri Sakura tersebut. Keunikan utama dari motor ini terletak pada bobotnya yang sangat ringan, yakni hanya seberat 39 kilogram. Bobot yang sangat enteng ini setara dengan berat sekitar dua galon air, menjadikannya salah satu motor paling praktis untuk mobilitas jarak pendek.

Jika dibandingkan dengan motor mini legendaris lainnya seperti Honda Motocompo, Suzuki Choinori terbukti jauh lebih ringan. Sebagai perbandingan, Honda Motocompo memiliki berat kosong mencapai 42 kilogram. Meski berukuran sangat kecil dan awalnya hanya dipasarkan di Jepang (JDM), motor langka ini kini sudah masuk ke Indonesia. Salah satu unit Suzuki Choinori yang masih terawat dengan baik saat ini dimiliki oleh seorang kolektor bernama Jeffry Wijaya yang berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Menilik sejarahnya, Suzuki Choinori pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2003. Kehadiran motor mungil ini dirancang sebagai respons dari Suzuki untuk menyaingi maraknya sepeda motor murah yang berasal dari China pada masa itu. Pabrikan asal Jepang ini berusaha menciptakan kendaraan yang sangat sederhana, fungsional, dan ekonomis agar dapat bersaing di pasar.

Baca Juga

DENZA Z Resmi Meluncurkan Varian Coupe dan Racing, Tawarkan Performa Elektrifikasi Premium

DENZA Z Resmi Meluncurkan Varian Coupe dan Racing, Tawarkan Performa Elektrifikasi Premium

Nama "Choinori" sendiri memiliki filosofi yang menarik dan diambil dari istilah lokal di Jepang. Nama ini diturunkan dari istilah "Toh nori", yang dalam bahasa Jepang merujuk pada kegiatan touring atau perjalanan sepeda motor jarak jauh. Jika "Toh nori" memiliki arti harfiah "perjalanan panjang", maka kata "Choi nori" digunakan sebagai kebalikannya, yang berarti "perjalanan pendek" atau "lompatan singkat". Nama ini sangat merepresentasikan fungsi utama motor yang memang dirancang khusus untuk penggunaan jarak dekat.

Di sektor dapur pacu, Suzuki Choinori tipe CZ41A ini dibekali dengan mesin berkapasitas 50cc dengan teknologi 4-Stroke OHV (Overhead Valve). Mesin mungil ini mampu menghasilkan daya maksimum sebesar 2 dk atau setara dengan 1,5 kW pada putaran mesin 5.500 rpm, dengan torsi puncak mencapai 2,9 Nm. Untuk memangkas biaya produksi agar harganya tetap murah, Suzuki memilih untuk tidak menyematkan transmisi CVT otomatis konvensional. Sebagai gantinya, motor ini menggunakan sistem penyaluran tenaga rantai dan sprocket.

Karena dirancang untuk perjalanan jarak dekat, performa kecepatan Suzuki Choinori pun dibatasi. Kecepatan maksimal motor ini dibatasi hanya berkisar antara 20 hingga 30 km/jam saja. Menariknya, apabila pengendara memacu motor ini hingga menyentuh kecepatan 35 km/jam, lampu indikator sensor pembatas kecepatan (speed sensor limit) akan menyala.

Baca Juga

Denza D9 Perkuat Dominasi di Pasar Luxury High MPV, Catat Penjualan Lebih dari 10 Ribu Unit

Denza D9 Perkuat Dominasi di Pasar Luxury High MPV, Catat Penjualan Lebih dari 10 Ribu Unit

Sepanjang masa produksinya, Suzuki merilis motor ini dalam dua versi yang berbeda. Versi pertama yang diluncurkan pada tahun 2003 masih menggunakan sistem kick starter untuk menghidupkan mesin, dengan lampu sein yang posisinya menyatu pada bagian bodi motor. Sementara itu, pada versi kedua, Suzuki melakukan pembaruan dengan menyematkan fitur electric starter untuk menyalakan mesin, serta memindahkan posisi lampu sein ke bagian setang motor.

Bagi para pencinta motor langka di tanah air, memiliki unit Suzuki Choinori tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Unit milik Jeffry Wijaya di Bogor merupakan salah satu contoh unit yang masih dalam kondisi baik, di mana angka odometernya tercatat masih sangat rendah, yaitu di angka 9 ribu. Bagi yang berminat untuk mengoleksinya, Jeffry berencana untuk menjual motor JDM langka ini dengan harga Rp 25 juta dan masih bisa dinegosiasikan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Suzuki ChoinoriMotor JDMMotor LangkaKolektor MotorSuzukiHonda Motocompo

Berita Terbaru Lainnya

Finalis Abang Mpok Kota Bekasi 2026 Ikuti Pembekalan English Class Bersama Golden EnglishDENZA Z Resmi Meluncurkan Varian Coupe dan Racing, Tawarkan Performa Elektrifikasi PremiumDenza D9 Perkuat Dominasi di Pasar Luxury High MPV, Catat Penjualan Lebih dari 10 Ribu UnitLegislator NasDem Minta Badan Gizi Nasional Batalkan Proyek Portal Pemantauan Baru Makan Bergizi GratisReformasi Tata Kelola BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah Uang NegaraPerdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di KalimantanProfil Anom Widiyantoro, Dari Direktur Anak Usaha BUMN, Kini Menjadi Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap