apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Mengapa Perusahaan Panas Bumi Seperti PGEO Melirik Bisnis Data Center?

Agus CahyonoDiterbitkan 6 Agu 2026 - 02.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa Perusahaan Panas Bumi Seperti PGEO Melirik Bisnis Data Center?
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi panas bumi atau geotermal bisa masuk ke dalam industri pusat data atau data center? Pertanyaan ini sangat wajar muncul mengingat bisnis data center biasanya didominasi oleh korporasi teknologi komunikasi dan informasi, bukan produsen energi terbarukan. Namun, kebutuhan industri digital global akan pasokan listrik yang bersih dan stabil kini membuka ruang kolaborasi baru. Langkah strategis inilah yang sedang dipersiapkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melalui proyek percontohan atau pilot project terbarunya.

Langkah awal dari ekspansi bisnis ini akan dipusatkan di Kamojang, Jawa Barat. Di wilayah yang kaya akan sumber energi panas bumi tersebut, PGEO tengah mempersiapkan pilot project untuk memulai kegiatan usaha di bidang data center. Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengembangan bisnis di luar jaringan listrik utama atau off-grid business. Bagi perusahaan, langkah ini dirancang sebagai sumber pendapatan baru (new stream revenue) yang dapat menopang pertumbuhan bisnis perusahaan di masa depan secara berkelanjutan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Informasi mengenai rencana bisnis ini disampaikan langsung oleh Ahmad Yani di sela-sela acara Media Briefing yang berlangsung di Habitate, Jakarta Selatan, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Yani mengungkapkan bahwa saat ini pihak PGE sedang berada dalam tahap memfinalisasi kajian mendalam untuk pilot project di Kamojang tersebut. Manajemen PGE menaruh harapan besar agar proyek percontohan ini dapat segera dimulai pada tahun 2026 ini, sehingga perusahaan bisa segera menguji kelayakan operasional dan keekonomian dari integrasi energi panas bumi dengan infrastruktur data center.

Baca Juga

YLKI, Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi Timbulkan Kerugian Ganda bagi Konsumen

YLKI, Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi Timbulkan Kerugian Ganda bagi Konsumen

Dalam skema bisnis baru ini, peran utama PGE adalah bertindak sebagai penyedia pasokan listrik yang andal dan ramah lingkungan. Operasional pusat data membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang sangat besar dan harus menyala terus-menerus tanpa gangguan sedikit pun. Dengan memanfaatkan energi panas bumi yang bersifat stabil dan ramah lingkungan, PGE ingin mempromosikan penggunaan energi hijau untuk kebutuhan data center. Guna memenuhi standar industri yang sangat tinggi, PGE bahkan sedang merancang sistem cadangan atau backup system berbasis geotermal. Sistem cadangan ini dirancang secara khusus agar mampu memenuhi persyaratan teknis yang dibutuhkan oleh data center tier 1 maupun tier 2.

Untuk mewujudkan ambisi besar ini, PGE tidak berjalan sendirian. Perusahaan menyadari pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjembatani penyediaan energi dan pengelolaan teknologi informasi. Oleh karena itu, PGE bekerja sama dengan Asosiasi Data Center Indonesia (IDPro) serta perusahaan telekomunikasi milik negara, Telkom. Selain bekerja sama dengan mitra di dalam negeri, PGE juga telah menjalin komunikasi dengan raksasa teknologi global, Microsoft. Melalui komunikasi tersebut, PGE berdiskusi untuk memahami secara langsung apa saja kebutuhan spesifik dari perusahaan teknologi global serta di mana fokus utama mereka ketika mencari pasokan energi untuk fasilitas data center mereka.

Baca Juga

Rincian Capaian Keuangan PT Blue Bird Tbk Semester I 2026 yang Menembus Rp2,97 Triliun

Rincian Capaian Keuangan PT Blue Bird Tbk Semester I 2026 yang Menembus Rp2,97 Triliun

Keberhasilan proyek percontohan di Kamojang nantinya akan menjadi batu pijakan bagi rencana ekspansi PGE yang lebih luas. Setelah pilot project di Jawa Barat tersebut rampung, PGE sudah membidik sejumlah wilayah potensial lain di Indonesia untuk pengembangan bisnis data center ini. Ahmad Yani menyebutkan bahwa Pulau Sulawesi dan Sumatra merupakan dua wilayah yang sangat potensial untuk menjadi lokasi ekspansi berikutnya. Khusus untuk Sulawesi, wilayah ini memiliki daya tarik strategis karena sudah memiliki jalur kabel bawah laut yang mapan. Ketersediaan infrastruktur konektivitas kabel bawah laut ini membuat Sulawesi berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat atau hub data center berskala global di masa depan.

Meskipun rencana ekspansi ini sudah dipetakan dengan cukup jelas, realisasi proyek ini masih bergantung pada hasil akhir kajian yang sedang difinalisasi oleh PGE. Keberhasilan transisi ke bisnis off-grid ini juga akan sangat ditentukan oleh performa teknis sistem cadangan geotermal yang sedang dirancang untuk memenuhi standar tier 1 dan tier 2 pada pilot project di Kamojang, sebelum akhirnya melangkah ke tahap komersialisasi yang lebih luas di Sumatra dan Sulawesi.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pertamina Geothermal EnergyPGEOData CenterEnergi Panas Bumi

Berita Terbaru Lainnya

YLKI, Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi Timbulkan Kerugian Ganda bagi KonsumenRincian Capaian Keuangan PT Blue Bird Tbk Semester I 2026 yang Menembus Rp2,97 TriliunLikuiditas Jadi Kunci Utama JFX Bangun Harga Referensi Komoditas IndonesiaBank DBS Indonesia Ungkap Peluang Investasi di Tengah Ketidakpastian GlobalEmpat Agenda Riset Utama Bank Sentral di Tengah Fragmentasi Global dan Era AIKakorlantas Pastikan Kabar Kenaikan Denda dan Tilang Manual Penuh 2026 Adalah HoaksTiga Pelaku Pembalakan Liar di Suaka Margasatwa Kerumutan Riau DitangkapTruk Boks Terguling di Interchange Karawang Barat Akibat Jalan Bergelombang

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap