Bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi panas bumi atau geotermal bisa masuk ke dalam industri pusat data atau data center? Pertanyaan ini sangat wajar muncul mengingat bisnis data center biasanya didominasi oleh korporasi teknologi komunikasi dan informasi, bukan produsen energi terbarukan. Namun, kebutuhan industri digital global akan pasokan listrik yang bersih dan stabil kini membuka ruang kolaborasi baru. Langkah strategis inilah yang sedang dipersiapkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melalui proyek percontohan atau pilot project terbarunya.
Langkah awal dari ekspansi bisnis ini akan dipusatkan di Kamojang, Jawa Barat. Di wilayah yang kaya akan sumber energi panas bumi tersebut, PGEO tengah mempersiapkan pilot project untuk memulai kegiatan usaha di bidang data center. Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengembangan bisnis di luar jaringan listrik utama atau off-grid business. Bagi perusahaan, langkah ini dirancang sebagai sumber pendapatan baru (new stream revenue) yang dapat menopang pertumbuhan bisnis perusahaan di masa depan secara berkelanjutan.








