apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Mengapa Australia Berencana Membangun Kilang Minyak Pertama Setelah Lebih dari 60 Tahun?

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 29 Jul 2026 - 12.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa Australia Berencana Membangun Kilang Minyak Pertama Setelah Lebih dari 60 Tahun?
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Australia kini tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk membangun kilang minyak baru untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari 60 tahun terakhir. Rencana besar ini muncul sebagai respons langsung terhadap situasi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang terus menekan pasokan energi dari luar negeri. Bagi Australia, menjaga stabilitas pasokan bahan bakar di dalam negeri kini menjadi prioritas yang mendesak.

### Ancaman Kerentanan Energi Global dan Ketergantungan Impor

Kementerian Keuangan Australia baru-baru ini mengeluarkan peringatan mengenai kondisi pasar minyak global yang dinilai semakin rentan. Kerentanan ini disebabkan oleh semakin tipisnya bantalan atau cadangan terhadap potensi gangguan pasokan di tingkat dunia. Berdasarkan laporan kementerian tersebut, persediaan minyak global terus menunjukkan tren penurunan sejak eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Bagi Australia, situasi ini merupakan alarm keras mengingat tingginya ketergantungan mereka pada pasar luar negeri. Saat ini, Australia masih harus mengimpor sekitar 80 persen dari total kebutuhan bahan bakarnya demi memenuhi konsumsi domestik sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa proyek pembangunan kilang minyak baru ini akan sangat membantu meningkatkan ketahanan nasional. Selain itu, proyek ini juga ditujukan untuk memperkuat kapabilitas kedaulatan Australia di sektor bahan bakar, sehingga tidak terlalu ringkih terhadap gejolak pasokan global.

Baca Juga

Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

### Sejarah Kemunduran Industri Kilang Domestik Australia

Rencana pembangunan kilang baru ini menjadi upaya penting untuk membalikkan arah kebijakan energi Australia setelah mengalami penurunan kapasitas pengolahan domestik yang signifikan selama beberapa dekade. Sebagian besar kilang minyak domestik yang dimiliki Australia saat ini dibangun pada era 1950-an dan 1960-an.

Namun, dalam tiga dekade terakhir, banyak dari fasilitas pengolahan tersebut terpaksa ditutup secara permanen. Faktor utama yang memicu penutupan ini adalah tingginya biaya operasional di dalam negeri, ditambah dengan munculnya kilang-kilang pengolahan minyak berskala besar di kawasan Asia yang menawarkan efisiensi lebih tinggi.

Sebagai gambaran kemunduran industri ini, Australia tercatat masih memiliki delapan kilang minyak yang aktif beroperasi pada tahun 2000. Kini, jumlah tersebut telah menyusut drastis dan hanya menyisakan dua kilang yang masih beroperasi di seluruh negeri, yaitu kilang milik Ampol di Queensland serta fasilitas pengolahan milik Viva Energy di Victoria.

Baca Juga

Menakar Peran Danantara di KSSK, Mengapa Hanya Memberi Masukan Tanpa Hak Suara?

Menakar Peran Danantara di KSSK, Mengapa Hanya Memberi Masukan Tanpa Hak Suara?

Di wilayah Australia Barat sendiri, kilang minyak satu-satunya yang mereka miliki resmi ditutup pada tahun 2021. Fasilitas tersebut adalah kilang Kwinana berkapasitas 146.000 barel per hari. Kilang ini berhenti beroperasi setelah perusahaan energi BP memutuskan untuk mengubah fungsinya menjadi terminal impor bahan bakar.

### Langkah Awal: Pendanaan Studi Kelayakan

Sebagai langkah awal untuk merealisasikan kilang minyak baru tersebut, pemerintah federal Australia berkolaborasi dengan pemerintah negara bagian Australia Barat. Kedua pihak telah sepakat untuk mengalokasikan dana bersama sebesar A$4 juta atau sekitar Rp50,46 miliar (dengan asumsi nilai kurs Rp12.617 per A$) guna mendanai studi kelayakan proyek.

Jika hasil studi kelayakan tersebut nantinya menunjukkan bahwa proyek ini layak secara ekonomi dan operasional, perusahaan produsen bahan kimia industri bernama Perdaman akan membangun kilang minyak berskala besar tersebut di wilayah Australia Barat. Meski demikian, karena proyek ini masih berada dalam tahap pengkajian awal, realisasi pembangunan kilang pertama dalam 60 tahun ini sepenuhnya masih bergantung pada hasil akhir dari studi kelayakan yang sedang berjalan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

EnergiAustraliaKilang MinyakAnthony AlbanesePerdamanImpor BBM

Berita Terbaru Lainnya

Gandeng ASDP, Korlantas Polri Godok Strategi Pengamanan Nataru 2026 dan Operasi Ketupat 2027CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia Resmikan Rumah Inspirasi Ke-10 di Aceh TamiangKepala Bakom Qodari Tanggapi Polemik 'Londo Ireng', Minta Media Fokus pada Substansi Pidato PresidenKemenag Matangkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di Lembaga PendidikanPrabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Perkuat Modifikasi CuacaPWI Pusat Resmi Cabut Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris Usai Sepakat DamaiSebelum Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Sempat Bahas Pencegahan KorupsiBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Jadi Kasus Ke-18 Sepanjang 2026

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap