Pasar saham Indonesia bersiap menghadapi ujian berat pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (27/7). Setelah mengalami tekanan hebat pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan bergerak dalam zona merah. Pelaku pasar kini menaruh perhatian penuh pada titik-titik krusial untuk melihat apakah indeks mampu bertahan dari tekanan koreksi yang lebih dalam atau justru memanfaatkan momentum untuk berbalik arah.
Kondisi lesu ini merupakan kelanjutan dari performa buruk pada hari Jumat (24/7) sebelumnya. Kala itu, IHSG terkapar setelah merosot tajam sebesar 1,88 persen atau kehilangan 118,88 poin, hingga terpaksa parkir di level 6.196. Tekanan jual yang masif terlihat dari dominasi 587 saham yang melemah, berbanding terbalik dengan hanya 104 saham yang menguat dan 105 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi harian pun tergolong jumbo, mencapai Rp17,71 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 37,86 miliaran lembar saham.
Melihat situasi tersebut, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG saat ini masih terjebak dalam fase koreksi. Posisi indeks yang berada di bawah garis MA60 (Moving Average 60 hari) memperkuat indikasi pelemahan tersebut. Herditya memperkirakan rentang koreksi IHSG hari ini akan berada di kisaran 6.074 hingga 6.146. Meski demikian, ia melihat adanya celah untuk penguatan jangka pendek. Jika terjadi teknikal rebound, indeks berpotensi merangkak naik menuju area 6.198 sampai 6.222. Untuk perdagangan hari ini, ia mematok level support di angka 6.111 dan 6.007, sementara area resistance berada di 6.599 dan 6.705.
Indonesia Optimistis Pertahankan Posisi Emerging Market Lewat Reformasi Bursa

Senada dengan pandangan tersebut, Ivan Rosanova selaku Analis Binaartha Sekuritas juga melihat adanya potensi kelanjutan koreksi. Menurut analisisnya, level penutupan hari ini akan menjadi penentu arah IHSG selanjutnya. Jika indeks ditutup di bawah level 6.147, maka penurunan diprediksi akan berlanjut untuk menguji level support kuat di 6.074. Namun, selama batas pertahanan di 6.074 tersebut tidak jebol, peluang IHSG untuk kembali menguat menuju target 6.545 masih terbuka lebar. Ivan memproyeksikan batas support hari ini berada pada tingkat 6.219, 6.146, 6.074, dan 5.971, sedangkan batas resistance berada di 6.545, 6.688, serta 6.835.
Di tengah bayang-bayang koreksi ini, para analis tetap melihat adanya peluang investasi pada sejumlah saham pilihan. Untuk memanfaatkan fluktuasi pasar, Herditya merekomendasikan beberapa saham seperti BIPI, BKSL, DEWA, dan RAJA. Di sisi lain, Ivan menyodorkan pilihan saham yang berbeda untuk dicermati investor, di antaranya AMRT, ASII, BBNI, dan EMTK. Pilihan saham yang beragam ini diharapkan dapat membantu pelaku pasar dalam menyusun strategi portofolio yang adaptif.
Kolaborasi Warga Karawang dan BRI Tanam Puluhan Ribu Mangrove demi Cegah Abrasi

Bagaimanapun, pergerakan IHSG di awal pekan ini menuntut kecermatan dan kedisiplinan tinggi dari para investor dalam mengeksekusi rencana investasi mereka. Setiap keputusan untuk membeli atau menjual saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab mandiri dari masing-masing investor. Ulasan pasar serta rekomendasi saham yang dipaparkan di atas murni bersifat informatif dan tidak ditujukan sebagai paksaan untuk bertransaksi.






