Panggung politik menuju Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mulai menghangat dengan munculnya keputusan strategis dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, secara resmi mengumumkan langkahnya untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI pada Pileg 2029 mendatang. Keputusan besar ini disampaikan Kaesang di hadapan para kader saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Solo di salah satu hotel di Solo pada Sabtu (25/7).
Langkah Kaesang ini langsung memicu perhatian publik karena ia memilih bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V. Wilayah pemilihan ini meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo. Wilayah Jateng V selama ini dikenal luas sebagai "dapil neraka" akibat ketatnya persaingan politik di sana. Wilayah tersebut merupakan basis pertahanan kuat bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan menjadi lumbung suara bagi tokoh-tokoh besar seperti Puan Maharani dan Aria Bima.
Menanggapi potensi persaingan ini, Puan Maharani bersikap santai. Puan menegaskan bahwa pencalonan tersebut merupakan bagian dari hak demokratis setiap organisasi politik. Menurutnya, merupakan hak bagi setiap partai politik untuk mengajukan nama calon anggota legislatif mereka di daerah pemilihan mana pun yang diinginkan. Sebelumnya, Puan yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI sempat menyampaikan pidato penting dalam Rapat Paripurna ke-15 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026).
Kesepian Jadi Ancaman Kesehatan Global di Tengah Tingginya Penggunaan Media Sosial

Di sisi lain, mantan Presiden Joko Widodo turut memberikan pandangannya mengenai keputusan putra bungsunya tersebut. Jokowi mengakui bahwa Dapil Jawa Tengah V merupakan medan pertempuran politik yang sangat berat untuk ditaklukkan. Kendati demikian, ia meyakini keputusan Kaesang tersebut tidak diambil secara gegabah melainkan telah melewati kalkulasi yang matang, termasuk dalam memperhitungkan segala risiko politik yang mungkin dihadapi. Sebagai orang tua, Jokowi menyatakan bahwa dirinya hanya bisa memberikan restu dan doa terbaik untuk keputusan politik anaknya tersebut.
Optimisme senada juga disuarakan oleh internal PSI. Politisi PSI, Bestari Barus, menilai bahwa Kaesang memiliki modal sosial yang kuat untuk bertarung di wilayah tersebut, khususnya di Solo. Menurut Bestari, menguasai lapangan di Solo tidak akan menjadi kendala berarti bagi Kaesang karena ia tumbuh dan besar di kota tersebut sehingga masyarakat setempat sudah sangat mengenalnya. Selain itu, Bestari menambahkan bahwa PSI memiliki perolehan suara yang cukup signifikan di Solo dalam cakupan Dapil V. Kaesang juga dipastikan tidak akan berjuang sendirian karena ada sekitar tujuh atau delapan calon legislatif lain dari PSI yang akan bergerak bersama di dapil tersebut.
Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 60 terkait ambang batas Pilkada bagi Peta Politik Daerah

Rencana pencalonan ini menjadi babak baru bagi karier politik Kaesang setelah sebelumnya ia menyampaikan pidato kemenangan saat terpilih menjadi Ketua Umum PSI dalam kongres partai di Solo pada Sabtu (19/7/2025). Aktivitas politik keluarga ini juga terus berjalan, seperti saat Joko Widodo terlihat di Bandara Adi Soemarmo untuk melanjutkan safari politik bersama PSI menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (31/7), di mana Bestari Barus juga sempat diminta untuk mendampingi kunjungan kerja ke Lampung.






