Pernahkah Anda menyadari bahwa wajah-wajah yang berseliweran di linimasa TikTok kini terlihat semakin mirip? Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari popularitas global teknik riasan asal Tiongkok yang dikenal sebagai Douyin Makeup. Melalui video tutorial singkat berlabel "Get Ready With Me" (GRWM), jutaan pengguna media sosial di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mencoba mereplikasi tampilan kulit bercahaya, mata besar, hidung ramping, dan efek wajah yang tampak lebih muda serta lembut. Kehadiran tren ini mengubah cara orang merias diri sekaligus memicu diskusi mendalam tentang bagaimana media sosial membentuk persepsi kita terhadap kecantikan.
Douyin Makeup sendiri lahir dari platform Douyin, aplikasi saudara kembar TikTok yang beroperasi khusus di pasar Tiongkok. Berbeda dengan gaya riasan Barat yang cenderung tegas dan berani, estetika Douyin mengutamakan kelembutan visual. Ketika tren ini melintasi batas negara melalui algoritma For You Page (FYP), ia tidak sekadar membawa teknik kosmetik baru, tetapi juga membawa serta standar fisik tertentu yang dianggap ideal. Penelitian dari Zhang (2024) dan Lang et al. (2024) mengonfirmasi bahwa paparan konstan terhadap konten estetika serupa ini dapat memicu tekanan psikologis bagi perempuan muda, karena mereka cenderung membandingkan diri dengan citra digital yang sempurna di layar ponsel mereka.








