Layanan transportasi berbasis aplikasi Maxim kini resmi mengaspal di 15 bandara utama di seluruh Indonesia. Kehadiran di gerbang-gerbang udara ini membuka akses baru bagi jutaan penumpang yang selama ini kerap dihadapkan pada antrean taksi atau negosiasi harga di area kedatangan. Dengan penetapan titik penjemputan resmi, perjalanan dari dan menuju bandara menjadi lebih tertata—cukup dengan beberapa ketukan di layar ponsel.
Head of Subdivision Maxim Jakarta, Richie Rafsanjani, memaknai perluasan ini bukan semata sebagai kalkulasi bisnis. Menurutnya, langkah tersebut adalah pernyataan niat perusahaan untuk menyatu ke dalam denyut infrastruktur perkotaan. "Komitmen kami untuk menjadi bagian dari infrastruktur perkotaan dan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah," ujarnya, menegaskan bahwa layanan modern semacam ini layak hadir di simpul-simpul paling vital mobilitas masyarakat.
Investasi Rp2.000 Triliun, China Ciptakan Hong Kong Baru di Pulau Hainan

Secara operasional, kehadiran Maxim di kawasan bandara berjalan setelah memenuhi seluruh perizinan yang disyaratkan dan melalui kerja sama erat dengan pengelola bandara, termasuk PT Angkasa Pura. Pengguna cukup memesan kendaraan lewat aplikasi; mitra pengemudi kemudian menjemput di area penjemputan resmi yang telah ditentukan, menghilangkan kebingungan mencari kendaraan begitu keluar dari terminal. Pendekatan ini memberi kepastian waktu, keamanan, dan kenyamanan tanpa perlu tawar-menawar di tempat.
Salah satu titik paling sibuk yang kini terjangkau adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara yang melayani rata-rata 650 penerbangan keberangkatan per hari dan hingga 177.000 penumpang—bahkan menembus 1.200 penerbangan serta lebih dari 184.000 penumpang saat puncak liburan—kini menjadi etalase keandalan layanan Maxim. Jangkauan ini tidak berhenti di Jawa: selain Soekarno-Hatta, tersedia juga di Bandara Internasional Yogyakarta, Jenderal Ahmad Yani Semarang, serta Dhoho Kediri. Di Sumatra, armada Maxim siap melayani penumpang di Kualanamu Medan, Hang Nadim Batam, Internasional Minangkabau Padang, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Radin Inten II Lampung, Sultan Thaha Jambi, hingga Fatmawati Soekarno Bengkulu. Di Kalimantan, layanan menjangkau Supadio Pontianak dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan; sementara di Sulawesi hadir di Sam Ratulangi Manado, dan di Bali merapat di I Gusti Ngurah Rai.
Buru Kasur Idaman di Transmart, Potongan Harga Spesial Satu Hari Saja

Tidak ingin berhenti di landasan pacu, Maxim merancang peta jalan ekspansi berikutnya ke pelabuhan, stasiun kereta api, dan terminal bus di berbagai wilayah. Visi mobilitas terintegrasi ini dicanangkan untuk merekatkan setiap moda transportasi publik, sehingga perjalanan penumpang—warga lokal maupun wisatawan—dari satu pulau ke pulau lain, dari pintu kedatangan menuju jantung kota, dapat mengalir tanpa putus. Dengan jaring yang semakin lebar, Maxim berniat menjadi urat nadi baru konektivitas Nusantara.






