apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Politik

Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Soroti Lemahnya Pendidikan Politik dan Tingginya Ongkos Kontestasi

Usat NgajiDiterbitkan 4 Agu 2026 - 22.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Soroti Lemahnya Pendidikan Politik dan Tingginya Ongkos Kontestasi
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Maraknya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar para kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini menjadi perhatian serius bagi berbagai kalangan, termasuk partai politik di Indonesia. Menanggapi fenomena penegakan hukum tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberikan pandangan penting mengenai peran dan tanggung jawab partai politik. Pernyataan ini disampaikan oleh Sarmuji di sela-sela acara Training of Trainers (TOT) Akademi Partai Golkar Tahun 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan langsung di Aula Kantor DPP Partai Golkar yang berlokasi di Slipi, Jakarta, pada hari Senin (3/8).

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Sarmuji mengungkapkan pandangannya terkait maraknya operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap kepala daerah. Menurut Sarmuji, fenomena penegakan hukum yang sering terjadi ini dipengaruhi oleh faktor internal partai politik itu sendiri. Ia menilai bahwa maraknya kasus OTT terhadap para kepala daerah turut dipengaruhi oleh masih lemahnya pendidikan politik yang diberikan oleh setiap partai politik kepada para kadernya. Kurangnya bekal pendidikan politik ini dipandang menjadi salah satu celah yang perlu segera dibenahi agar kader tidak mudah terjerat kasus hukum.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Oleh karena itu, Sarmuji menegaskan bahwa setiap partai politik memiliki kewajiban yang sangat penting untuk melakukan pendidikan politik secara mendalam. Tidak hanya itu, partai politik juga wajib melakukan proses rekrutmen kader yang memiliki integritas tinggi sejak awal. Proses rekrutmen dan pendidikan politik yang berkualitas diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang kuat secara prinsip moral, sehingga saat dipercaya memimpin suatu daerah, mereka memiliki integritas yang kokoh dan tidak terjerumus ke dalam praktik korupsi yang dapat berujung pada operasi tangkap tangan oleh KPK.

Baca Juga

Tok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama Barunya

Tok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama Barunya

Lebih lanjut, Sarmuji menekankan bahwa tanggung jawab partai politik terhadap kadernya tidak boleh berhenti begitu saja setelah kader tersebut berhasil menduduki jabatan publik. Selama ini, ada kecenderungan bahwa tugas partai seolah-olah hanya mempersiapkan kader untuk menempati posisi di pemerintahan. Namun, Sarmuji menegaskan bahwa partai politik sebenarnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar, yakni untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara aktif terhadap para kader mereka, bukan hanya menyiapkan mereka untuk menduduki jabatan publik tersebut.

Selain masalah pendidikan politik dan pengawasan terhadap kader, Muhammad Sarmuji juga mengidentifikasi adanya persoalan mendasar lain yang sangat krusial untuk dievaluasi bersama. Masalah mendasar yang dimaksud adalah tingginya ongkos politik yang harus dikeluarkan dalam proses kontestasi di Indonesia. Menurutnya, mahalnya ongkos politik ini menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi integritas para kepala daerah dan perlu dievaluasi secara mendalam agar tidak terus menjadi beban yang memicu terjadinya pelanggaran hukum.

Baca Juga

LPSK Kaji Permohonan Perlindungan Saksi Ferry Hongkiriwang dalam Perkara Febrie Adriansyah

LPSK Kaji Permohonan Perlindungan Saksi Ferry Hongkiriwang dalam Perkara Febrie Adriansyah

Untuk mengatasi masalah mendasar tersebut, Sarmuji menyatakan bahwa akar persoalan mengenai tingginya ongkos politik ini harus ditilik bersama dan dicarikan solusi yang sebenar-benarnya. Langkah pencarian solusi ini harus dilakukan selama proses pembahasan undang-undang politik di tingkat legislatif. Secara khusus, ia menyoroti pentingnya membahas hal tersebut dalam perumusan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), sehingga akar persoalan biaya politik yang mahal ini dapat diatasi secara menyeluruh demi masa depan demokrasi yang lebih bersih.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKPartai GolkarMuhammad SarmujiUU Pilkada

Berita Terbaru Lainnya

Tok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama BarunyaWabah Parasit Cyclospora Meluas di Amerika Serikat, Dua Warga Michigan Dilaporkan Meninggal DuniaRincian Statistik Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026, Mengapa Garuda Kalah KelasPemkot Bandung Usut Dugaan Keterlibatan ASN dan Swasta dalam Penebangan Pohon Ilegal di Jalan RiauKrisis Air Bersih Mengancam 14 Ribu Warga Kota Cirebon Akibat KemarauLPSK Kaji Permohonan Perlindungan Saksi Ferry Hongkiriwang dalam Perkara Febrie AdriansyahIndonesia dan Thailand Sepakati Upaya Bersama Dorong Perdamaian di MyanmarSorotan GIIAS 2026, Bedah Teknologi Toyota Veloz Hybrid hingga Inovasi Baterai Polytron

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap