Kabar duka menyelimuti dunia diplomasi dan politik Indonesia. Profesor Bachtiar Aly, sosok intelektual yang pernah mengemban amanah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, dilaporkan telah tutup usia. Tokoh kelahiran Aceh ini mengembuskan napas terakhirnya pada hari Minggu malam, tanggal 26 Juli, di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, sekitar pukul 20.30 WIB. Kepergian sang profesor di usia 76 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat luas yang mengenal kiprah panjangnya di berbagai sektor penting negara.
Kepastian mengenai berpulangnya tokoh senior ini dikonfirmasi langsung oleh Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Melalui pesan singkat, Sahroni membenarkan kabar duka yang beredar luas di kalangan awak media dan politisi tersebut. Konfirmasi ini sekaligus menandai hilangnya salah satu pemikir andal yang selama hidupnya aktif menyumbangkan gagasan untuk kemajuan bangsa, baik melalui jalur diplomasi formal maupun pergerakan politik praktis.
Perjalanan politik almarhum sendiri terbilang dinamis dan penuh warna. Sebelum berpulang, Prof Bachtiar Aly dikenal memiliki kedekatan dengan beberapa partai politik besar di tanah air. Beliau tercatat sebagai mantan kader Partai NasDem, wadah politik tempatnya mengabdi selama beberapa waktu. Di penghujung perjalanan hidupnya, dedikasi politik almarhum berlanjut bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Hal ini menunjukkan bahwa hingga usia senja, komitmen beliau terhadap pembangunan demokrasi di Indonesia tidak pernah surut.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Jika menilik rekam jejaknya ke belakang, salah satu pencapaian puncak dalam karier Prof Bachtiar Aly adalah ketika ia dipercaya memimpin perwakilan diplomatik Indonesia di Kairo. Beliau menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Mesir pada periode tahun 2002 hingga 2005. Selama tiga tahun masa tugasnya di Timur Tengah, ia berperan aktif dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kerja sama ekonomi, yang memang memiliki nilai historis sangat kuat bagi Indonesia.
Tidak hanya piawai di meja diplomasi internasional, kepakaran Prof Bachtiar Aly juga diakui di dalam negeri, khususnya di bidang keamanan dan hukum. Dedikasi dan pemikirannya yang luas membuat institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menaruh kepercayaan besar kepadanya. Beliau pernah mengemban posisi strategis sebagai penasihat ahli Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Peran ini menegaskan kapasitasnya sebagai seorang pemikir multidimensi yang mampu menjembatani teori akademis dengan kebijakan praktis di lapangan.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Kini, putra terbaik asal Serambi Mekkah itu telah tiada, namun warisan pemikiran dan keteladanannya akan terus hidup. Perjalanan hidup Prof Bachtiar Aly dari tanah kelahirannya di Aceh hingga ke panggung diplomasi global di Mesir menjadi bukti nyata dedikasi tanpa batas seorang abdi negara. Kepergiannya menjadi momentum bagi generasi muda untuk merefleksikan kembali pentingnya integritas, ilmu pengetahuan, dan pengabdian yang tulus bagi bangsa dan negara tercinta.






