apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Malaysia Nyaris Masuk Kategori Negara Berpenghasilan Tinggi, Targetkan Investasi dari Indonesia

Togar PanjaitanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 09.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Malaysia Nyaris Masuk Kategori Negara Berpenghasilan Tinggi, Targetkan Investasi dari Indonesia
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Perekonomian Malaysia dilaporkan kian mendekati status sebagai negara maju. Berdasarkan data terbaru, posisi ekonomi negeri jiran tersebut kini hanya terpaut 7,1 persen di bawah ambang batas klasifikasi yang ditetapkan oleh Bank Dunia untuk masuk dalam kategori negara berpenghasilan tinggi (high-income nation). Kabar mengenai pencapaian signifikan ini mengemuka seiring dengan peluncuran laporan resmi bertajuk "Survei Ekonomi OECD: Malaysia 2026" yang dilaksanakan pada hari Senin (27/7).

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, memberikan gambaran optimistis mengenai arah kebijakan dan performa ekonomi domestik. Kinerja positif negara tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang bergerak dinamis sepanjang paruh pertama tahun ini. Pada kuartal pertama (Q1), pertumbuhan ekonomi Malaysia tercatat berada di angka 5,4 persen. Tren akselerasi ini berlanjut pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026, di mana perekonomian Malaysia mampu membukukan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sebesar 5,8 persen secara tahunan (year-on-year). Dengan capaian tersebut, pemerintah Malaysia memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2026 akan berada pada kisaran antara 4 hingga 5 persen.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dalam upaya menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi tersebut, Malaysia juga aktif memperluas jaringan investasi regionalnya, termasuk ke Indonesia. Pemerintah Malaysia secara khusus menargetkan kedatangan lebih dari 300 investor asal Indonesia dalam waktu dekat. Langkah ini dirancang untuk membuka peluang kolaborasi bisnis baru dan memperkuat kemitraan ekonomi bilateral di antara kedua negara tetangga. Kehadiran para investor dari Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi aktivitas sektor riil dan pengembangan industri di Malaysia.

Baca Juga

Rupiah Melemah ke Rp 18.083 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Gubernur BI

Rupiah Melemah ke Rp 18.083 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Gubernur BI

Secara lebih luas, kinerja ekonomi di kawasan Asia Tenggara memang diproyeksikan tetap solid di tengah ketidakpastian global. Ekonomi negara-negara yang tergabung dalam ASEAN diperkirakan akan menunjukkan performa yang kuat sepanjang tahun 2025 dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 4,9 persen. Di Indonesia, otoritas moneter terus bersiaga menjaga stabilitas makroekonomi demi mendukung iklim investasi yang kondusif. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, membeberkan alasan di balik keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 21-22 Juli untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen.

Selain menahan suku bunga acuan, Bank Indonesia juga terus aktif mendorong transformasi pembiayaan produktif guna menyokong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Upaya ini diimplementasikan melalui sinergi kebijakan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM), Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), serta penguatan digitalisasi sistem pembayaran di berbagai sektor usaha. Di sisi lain, penguatan tata kelola institusi di dalam negeri juga terus didorong, salah satunya pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Lembaga ini diarahkan untuk fokus pada penguatan tata kelola kelembagaan agar menjadi lebih profesional, transparan, serta senantiasa adaptif dalam merespons dinamika perekonomian global yang terus berubah.

Baca Juga

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Sementara itu, iklim investasi di dalam negeri juga didorong oleh perkembangan kawasan industri terpadu. Salah satunya adalah kawasan terpadu di Cikarang yang kini semakin aktif membuka peluang bisnis dan investasi baru bagi para pelaku usaha lokal maupun internasional. Kawasan ini menawarkan daya tarik berupa konektivitas transportasi yang baik, ketersediaan fasilitas penunjang yang lengkap, serta ekosistem ekonomi terintegrasi yang terus berkembang secara pesat. Melalui berbagai perkembangan di tingkat regional ini, baik Malaysia maupun Indonesia terus berupaya memperkokoh fondasi ekonomi masing-masing guna menghadapi tantangan global ke depan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MalaysiainvestasiekonomiBank IndonesiaASEAN

Berita Terbaru Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp 18.083 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Gubernur BIDiler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini Penjelasannya

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap