apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

LPS Bantah Isu Masyarakat Makan Tabungan, Sebut Simpanan Nasabah Kecil Tetap Tumbuh

Agus CahyonoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 12.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
LPS Bantah Isu Masyarakat Makan Tabungan, Sebut Simpanan Nasabah Kecil Tetap Tumbuh
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah anggapan bahwa masyarakat mulai menggerus simpanan mereka demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, atau yang populer dengan sebutan fenomena 'makan tabungan'. Bantahan ini didukung oleh data terbaru yang menunjukkan bahwa simpanan masyarakat, termasuk kelompok nasabah dengan saldo kecil, masih mencatatkan pertumbuhan yang positif di tengah kondisi perekonomian saat ini.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar pada Senin (3/8). Dalam kesempatan tersebut, Anggito memaparkan bahwa data riil yang dimiliki oleh otoritas penjamin simpanan justru memperlihatkan tren yang bertolak belakang dengan kekhawatiran publik mengenai fenomena penurunan tabungan atau 'mantab' tersebut. LPS menegaskan bahwa simpanan masyarakat secara umum masih berada dalam koridor pertumbuhan yang sehat dan tidak mengalami penurunan secara masif.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Jika melihat rincian datanya, pertumbuhan simpanan terjadi di berbagai segmen nominal. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Juni 2026, rekening simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta mengalami pertumbuhan sebesar 5,16 persen secara tahunan (year on year). Kelompok simpanan ini didominasi oleh rekening perorangan yang sering kali diasosiasikan dengan masyarakat kelas menengah ke bawah. Pertumbuhan yang lebih spesifik terlihat pada rekening dengan saldo di bawah Rp5 juta yang mencatatkan kenaikan sebesar 7,36 persen secara tahunan. Sementara itu, untuk kategori rekening dengan saldo berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta, pertumbuhannya bahkan mencapai angka 10,01 persen secara tahunan.

Baca Juga

Serapan Cadangan Beras Pemerintah oleh Bulog Capai 87,4 Persen pada Awal Agustus 2026

Serapan Cadangan Beras Pemerintah oleh Bulog Capai 87,4 Persen pada Awal Agustus 2026

Di kutub yang berbeda, pertumbuhan yang sangat signifikan juga terjadi pada segmen nasabah bermodal besar. LPS mencatat bahwa simpanan dengan nilai di atas Rp5 miliar tumbuh hingga 15,44 persen secara tahunan. Kenaikan pada kelompok saldo jumbo ini menjadi salah satu pendorong utama bagi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan nasional secara keseluruhan. Angka-angka pertumbuhan di berbagai kelompok saldo ini menjadi dasar kuat bagi LPS untuk menyanggah narasi bahwa masyarakat sedang kesulitan finansial hingga harus menguras tabungan mereka.

Meskipun LPS menyajikan data pertumbuhan yang positif, terdapat perspektif lain yang sempat menimbulkan kekhawatiran di ruang publik. Salah satunya bersumber dari hasil Mandiri Saving Index yang mengindikasikan adanya kontraksi pada tabungan masyarakat. Menanggapi perbedaan tersebut, Anggito memberikan penjelasan mengenai latar belakang perhitungan indeks tersebut. Menurutnya, Mandiri Saving Index menggunakan basis perhitungan dari Januari 2022. Dengan menggunakan basis Januari 2022 sebagai titik awal perbandingan untuk menghitung kondisi tabungan saat ini, hasil indeks tersebut menunjukkan tren penurunan yang berbeda dengan data pertumbuhan tahunan yang dicatat oleh LPS.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Susun Peta Jalan Transformasi Lima Tahun untuk Tembus Fortune 500

BP BUMN dan Danantara Susun Peta Jalan Transformasi Lima Tahun untuk Tembus Fortune 500

Dalam menjaga keandalan data dan analisis stabilitas keuangan, LPS terus melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan dana masyarakat di perbankan. Langkah pemantauan tren simpanan ini dilakukan secara kolaboratif bersama dengan regulator keuangan lainnya, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Seluruh proses pemantauan ini didasarkan pada data dari seluruh rekening perbankan yang dijamin oleh LPS, sehingga memberikan potret yang komprehensif dan akurat mengenai kondisi simpanan masyarakat di tanah air.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

perbankanLPSTabunganKSSK

Berita Terbaru Lainnya

Serapan Cadangan Beras Pemerintah oleh Bulog Capai 87,4 Persen pada Awal Agustus 2026Rekam Usher GIIAS 2026 Tanpa Izin Demi Konten, Influencer Bryan Ebem Hadapi Kecaman dan Ancaman HukumKebakaran Hutan Hebat Landa Washington, Puluhan Ribu Warga DievakuasiBP BUMN dan Danantara Susun Peta Jalan Transformasi Lima Tahun untuk Tembus Fortune 500Pembentukan Danantara Tiupkan Angin Segar bagi Investasi Asing di IndonesiaDukcapil Catat Banyak Warga Indonesia Bernama Nobita, Sasuke, hingga Justin BieberRencana Pembentukan Satgas Pajak Kota Cirebon Menuai Kritik dari Pelaku UsahaKekalahan dari Vietnam Geser Indonesia ke Posisi Tiga, Berikut Klasemen dan Jadwal Piala AFF Hari Ini

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap