apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Likuiditas Rubel Mengetat, Bank-Bank di Rusia Hadapi Krisis Uang Tunai

Agus CahyonoDiterbitkan 5 Agu 2026 - 20.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Likuiditas Rubel Mengetat, Bank-Bank di Rusia Hadapi Krisis Uang Tunai
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Sektor perbankan di Rusia kini tengah menghadapi tekanan likuiditas yang cukup serius dalam mata uang lokal mereka, rubel. Sejak awal tahun ini, penarikan dana tunai dari sistem perbankan di negara tersebut telah menembus angka sekitar 2 triliun rubel atau setara dengan 25,2 miliar dolar AS. Fenomena penarikan modal secara besar-besaran oleh masyarakat dan pelaku usaha ini menyebabkan ketersediaan uang tunai di bank-bank komersial kian menyusut. Dampaknya, kemampuan perbankan untuk menyerap obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah menjadi sangat terbatas, yang pada akhirnya berpotensi menyulitkan upaya Moskow dalam membiayai defisit anggaran negara.

Kondisi keterbatasan dana ini memicu perbedaan sudut pandang antara otoritas keuangan dan pelaku industri perbankan. Dari sisi perbankan, prioritas utama saat ini adalah menjaga kelangsungan bisnis pembiayaan mereka sendiri. Taras Skvortsov, selaku Wakil Presiden dan CFO Sberbank, menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, bank-bank hanya memiliki dana yang cukup untuk dipinjamkan kepada nasabah mereka. Menurut Skvortsov, menyalurkan kredit kepada masyarakat dan korporasi merupakan bisnis inti perbankan yang tidak bisa diabaikan demi membeli surat utang pemerintah. Selain keterbatasan dana, keengganan bank untuk membeli obligasi negara juga dipicu oleh kerugian portofolio. Bank-bank yang memegang surat utang pemerintah Rusia dilaporkan telah mencatat kerugian nilai pasar sekitar 200 miliar rubel atau setara 2,52 miliar dolar AS.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Baca Juga

Pemerintah Targetkan Pembangunan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih Tahun Ini

Pemerintah Targetkan Pembangunan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih Tahun Ini

Sementara itu, dari sudut pandang pemerintah, kebutuhan akan likuiditas segar sangat mendesak demi menutupi defisit anggaran federal yang terus membesar. Pada semester pertama tahun 2026, anggaran belanja federal Rusia mencatat defisit yang cukup fantastis, yakni sebesar 5,7 triliun rubel atau sekitar 71,82 miliar dolar AS. Defisit yang membengkak pada paruh pertama tahun ini sebagian besar didorong oleh realisasi pengeluaran sektor pertahanan negara yang melonjak jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Hingga akhir tahun ini, pengeluaran Rusia untuk membiayai perang diperkirakan bakal melampaui pagu anggaran semula dengan selisih berkisar antara 4 triliun hingga 5 triliun rubel (sekitar 50,4 miliar hingga 63 miliar dolar AS). Akibat lonjakan belanja militer tersebut, kementerian perlu menghimpun pinjaman tambahan di pasar domestik sebesar 2 triliun hingga 3 triliun rubel (sekitar 25,2 miliar hingga 37,8 miliar dolar AS). Kebutuhan tambahan ini jauh melampaui rencana awal pemerintah dalam anggaran tahun 2026, yang semula hanya menargetkan penarikan pinjaman domestik sebesar 4,4 triliun rubel atau sekitar 55,44 miliar dolar AS.

Baca Juga

Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Masyarakat Indonesia Semakin Gemar Pakai Paylater

Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Masyarakat Indonesia Semakin Gemar Pakai Paylater

Akibat ketidaksesuaian antara kebutuhan dana pemerintah dan kesiapan likuiditas perbankan, pasar surat utang negara Rusia pun mengalami tekanan hebat. Obligasi pemerintah dalam mata uang rubel, yang dikenal sebagai OFZ, mengalami penurunan harga yang cukup signifikan di pasar sekunder, yang secara otomatis mendorong tingkat imbal hasil (yield) merangkak naik. Merespons situasi pasar yang tidak kondusif ini, Kementerian Keuangan Rusia akhirnya mengambil keputusan untuk menangguhkan seluruh lelang obligasi pemerintah pada bulan Juli. Penangguhan lelang ini mempertegas rumitnya dilema fiskal yang dihadapi Rusia, di mana pemerintah harus berjuang mencari sumber pendanaan baru di tengah krisis uang tunai yang melanda sistem perbankan domestik mereka.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RusiaKrisis PerbankanObligasi PemerintahLikuiditas Rubel

Berita Terbaru Lainnya

Upaya Penataan Kawasan Pesisir Aceh Barat Melalui Usulan Kampung Nelayan Merah PutihDua Skuad Timnas U18 Putri Siap Berlaga di Srikandi Merdeka Cup 2026Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Barat Laut Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi TsunamiPemerintah Targetkan Pembangunan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih Tahun IniBukan Sekadar Tren, Ini Bukti Masyarakat Indonesia Semakin Gemar Pakai PaylaterHarga Minyak Dunia Anjlok Nyaris 4 Persen Pasca Rencana Diplomasi AS dan IranSistem Tertutup Tambak Udang Vaname Mulai Dikembangkan di Kawasan Industri SemarangMenkeu Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mendekati 6 Persen di Paruh Kedua

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap