Jakarta Futures Exchange (JFX) menyoroti pentingnya pembentukan harga referensi komoditas dalam negeri melalui proses penemuan harga atau price discovery. Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, menyatakan pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, bahwa likuiditas pasar merupakan elemen kunci agar harga yang terbentuk di bursa dapat diakui dan menjadi acuan terpercaya bagi para pelaku pasar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara lokakarya media yang diselenggarakan di kantor pusat JFX.
Selama ini, Indonesia dikenal luas sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas penting di pasar global, termasuk minyak sawit, timah, nikel, karet, dan kopi. Kendati memiliki volume produksi yang melimpah, penentuan harga acuan untuk komoditas-komoditas tersebut kerap kali masih bergantung pada bursa luar negeri. Sebagai contoh, untuk komoditas minyak sawit, para pelaku pasar di tanah air masih banyak mengacu pada harga yang terbentuk di Bursa Malaysia Derivatives (BMD). Sementara itu, untuk komoditas logam seperti timah dan nikel, London Metal Exchange (LME) di Inggris masih menjadi rujukan internasional yang dominan. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memerlukan bursa domestik yang kuat agar nilai komoditas lokal tidak sepenuhnya didikte oleh pasar internasional.








