Laporan keuangan Danantara Indonesia hingga saat ini belum dipublikasikan kepada publik. Hal ini disebabkan oleh laporan keuangan lembaga tersebut yang masih berada dalam proses konsolidasi dan audit. Sebagai lembaga yang menaungi berbagai badan usaha milik negara, penyusunan laporan ini menjadi langkah penting yang sedang diselesaikan demi menyajikan informasi keuangan yang akurat dan transparan.
Penjelasan mengenai perkembangan penyusunan laporan keuangan ini disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Dony memaparkan berbagai tantangan serta proses yang sedang berjalan. Menurutnya, penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikelompokkan ke dalam satu holding di bawah naungan Danantara.
Sebelum penggabungan ini dilakukan, masing-masing BUMN menyusun laporan keuangannya sendiri secara terpisah. Sistem pelaporan yang sebelumnya berjalan secara mandiri di tiap-tiap perusahaan kini harus diintegrasikan. Perubahan dari laporan individual menjadi satu laporan konsolidasi holding yang perdana inilah yang menjadi penyebab utama proses penyusunan membutuhkan waktu yang lebih lama.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Tantangan utama dalam proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah keharusan untuk mengeliminasi seluruh transaksi yang terjadi antar-BUMN. Proses eliminasi transaksi ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya pencatatan ganda atau double entry dalam laporan konsolidasi akhir. Dengan mengeliminasi transaksi internal tersebut, laporan keuangan yang dihasilkan nantinya dapat mencerminkan kondisi keuangan yang riil dari holding Danantara secara keseluruhan.
Proses pencocokan dan eliminasi transaksi antar-BUMN tersebut memerlukan waktu yang tidak sebentar karena melibatkan skala entitas yang sangat besar. Konsolidasi ini mencakup ratusan hingga ribuan entitas di bawah BUMN yang selama ini aktif melakukan transaksi satu sama lain. Kendati laporan konsolidasi Danantara belum diterbitkan, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan masih dapat melihat laporan keuangan individual dari masing-masing BUMN secara terpisah seperti sebelumnya.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Saat ini, perkembangan penyusunan laporan keuangan Danantara dilaporkan tengah memasuki tahap praaudit. Dalam rangka mempermudah proses penyusunan serta menyamakan standar pencatatan keuangan, Danantara juga menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun chart of accounts atau bagan akun standar yang akan digunakan bersama oleh seluruh entitas.
Dony Oskaria menyatakan optimismenya bahwa kendala waktu dalam penyusunan laporan ini hanya akan terjadi pada tahap awal penggabungan. Ia meyakini bahwa proses penyusunan laporan keuangan pada tahun-tahun berikutnya akan berjalan dengan lebih cepat. Hal ini dikarenakan pola konsolidasi serta sistem eliminasi transaksi antar-BUMN sudah terbentuk dan mapan, sehingga proses akuntansi di masa mendatang akan menjadi lebih terstruktur dan efisien.






