Perjalanan panjang PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Indonesia telah dimulai sejak perusahaan ini menerima mandat pertamanya pada tahun 1999. Sejak menerima mandat tersebut, PNM secara konsisten terus memperluas jangkauan pembiayaan dan pendampingan kepada masyarakat. Langkah strategis ini diambil guna memberikan dukungan nyata bagi para pelaku usaha yang membutuhkan akses permodalan. Melalui dedikasi yang konsisten selama lebih dari dua dekade, PNM berupaya menjadi pilar penting dalam mendorong pemerataan ekonomi di berbagai penjuru tanah air, memastikan bahwa setiap pelaku usaha memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Salah satu pilar utama dari upaya pemberdayaan tersebut dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Prasejahtera, atau yang dikenal dengan sebutan Program Mekaar. Melalui program ini, PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan untuk modal usaha. Lembaga ini juga memberikan pendampingan secara berkala serta edukasi yang sistematis bagi perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha skala ultra mikro. Pendekatan ini dirancang agar para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan modal kerja, tetapi juga memiliki keterampilan yang memadai untuk mengelola usaha mereka.
Dalam rangka mewujudkan pemerataan ekonomi, PNM juga aktif memperluas jangkauan layanannya hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kehadiran layanan PNM di wilayah 3T ini bertujuan untuk memberikan peluang dan kesempatan yang sama bagi para pelaku usaha di daerah terpencil. Dengan perluasan jangkauan ini, para pelaku usaha di wilayah pelosok dan perbatasan dapat memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan usaha mereka masing-masing tanpa harus menghadapi kendala keterbatasan akses layanan keuangan.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh PNM ini juga sejalan dengan arah kebijakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan penegasan penting mengenai peran BUMN saat ini. Pada hari Selasa (4/8/2026), Dony menyatakan bahwa BUMN didorong tidak hanya untuk menciptakan nilai ekonomi saja, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi sosial kini menjadi aspek yang sangat penting dari setiap aktivitas BUMN.
Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan mengenai indikator keberhasilan dari program pemberdayaan yang mereka jalankan. Kindaris menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan kepada para nasabah. Indikator keberhasilan yang sesungguhnya adalah dari kemampuan para pelaku usaha tersebut dalam mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. Kemampuan nasabah untuk menjaga kelangsungan usahanya menjadi target utama dari seluruh rangkaian pendampingan yang diberikan.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Secara keseluruhan, sinergi yang dibangun oleh PNM melalui Program Mekaar dan perluasan layanan hingga ke wilayah 3T membuktikan komitmen nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui penyaluran pembiayaan, pendampingan, dan edukasi bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, PNM terus berupaya menciptakan dampak sosial yang positif. Dengan menyelaraskan langkah sesuai arahan dari BP BUMN, PNM berkomitmen untuk terus mendorong keberlanjutan sosial serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh penjuru Indonesia.






