Pembangunan masyarakat yang berkelanjutan kini tidak lagi sekadar menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif sektor korporasi. Melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Patra Niaga berupaya menjawab tantangan ini dengan menyasar langsung akar rumput di Jawa Barat. Dua program unggulan, yakni Program Ngabedahkeun Walahar di wilayah Cikampek dan Program Lentera Jiwa di Kabupaten Bandung Barat, kini menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi bagi warga setempat.
Di Walahar, fokus utama program diarahkan pada pengelolaan lingkungan, khususnya pemanfaatan limbah yang selama ini kurang tergarap. Kehadiran program ini berhasil mengubah sampah menjadi berkah ekonomi berkat kolaborasi erat dengan tokoh masyarakat setempat atau local hero. Enjang Ramdani, salah satu penggerak lokal dalam Program Ngabedahkeun Walahar, mengungkapkan bahwa intervensi dari anak usaha BUMN ini memberikan dampak yang sangat terasa bagi kehidupan sehari-hari warga. Menurutnya, aktivitas ekonomi di desanya kini jauh lebih bergeliat dan pendapatan masyarakat pun perlahan-lahan mengalami peningkatan setelah program ini berjalan.
Keberhasilan program di lapangan ini sejalan dengan visi manajemen Pertamina Patra Niaga yang ingin memosisikan program sosial sebagai solusi konkret atas problematika warga. Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa, menegaskan bahwa ke depan, fokus kegiatan kemasyarakatan perusahaan akan diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar wilayah operasi melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, komunitas, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Senada dengan hal tersebut, Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, memberikan apresiasi terhadap efektivitas pemanfaatan potensi lokal yang dijalankan di Walahar. Ia menyoroti bagaimana inovasi pengelolaan limbah di kawasan tersebut mampu menghasilkan nilai guna yang tinggi bagi masyarakat. Siti Zahra berharap model inovasi sosial seperti ini dapat dipertahankan secara konsisten dan direplikasi di tempat lain, sehingga cakupan manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan bantuan pemberdayaan.
Selain memberikan dampak ekonomi langsung, kedua program CSR ini dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan secara global. Program Ngabedahkeun Walahar, misalnya, berkontribusi nyata pada empat poin SDGs sekaligus, yaitu penyediaan air bersih dan sanitasi layak (SDG 6), pemanfaatan energi bersih dan terjangkau (SDG 7), penyediaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12).
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Di sisi lain, Program Lentera Jiwa yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat menitikberatkan pada aspek kesehatan dan pemerataan sosial. Program ini secara khusus mendukung pencapaian SDG 3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera serta SDG 10 yang berfokus pada upaya mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. Melalui integrasi berbagai program pemberdayaan ini, Pertamina Patra Niaga tidak hanya berupaya menjalankan kewajiban sosialnya, tetapi juga meletakkan fondasi yang kokoh bagi kemandirian masyarakat Jawa Barat secara jangka panjang.






