PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) secara resmi memperkuat langkah standardisasi dalam pembangunan karoseri kendaraan niaga di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya nyata perusahaan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kualitas dari kendaraan niaga yang beredar di pasar. Pengumuman mengenai program penguatan standar karoseri ini disampaikan secara resmi bertepatan dengan momen penyelenggaraan pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Standardisasi ini diharapkan mampu memberikan jaminan kualitas yang lebih baik bagi para konsumen kendaraan niaga di tanah air.
Dalam pelaksanaan program sertifikasi ini, KTB melakukan evaluasi yang ketat terhadap sejumlah perusahaan karoseri. Dari total 40 perusahaan karoseri yang mengikuti proses penilaian dan evaluasi tersebut, tercatat sebanyak 34 perusahaan yang berhasil dinyatakan lolos. KTB kemudian memberikan sertifikasi kepada 34 perusahaan karoseri yang dinilai telah memenuhi standar teknis dan kualitas yang ditetapkan oleh Mitsubishi Fuso. Sertifikasi yang diberikan kepada puluhan perusahaan karoseri ini memiliki masa berlaku yang terbatas, yaitu selama dua tahun, sebelum nantinya harus dievaluasi kembali.
Proses evaluasi yang dilakukan oleh Mitsubishi Fuso untuk program sertifikasi ini mencakup berbagai aspek penting dalam proses pembuatan karoseri. Evaluasi tersebut meliputi pemeriksaan terhadap fasilitas produksi yang dimiliki oleh masing-masing karoseri, sistem pengendalian mutu atau quality control yang diterapkan, proses manufaktur yang dijalankan sehari-hari, hingga kelengkapan dokumen teknis yang dipersyaratkan. Yosuke Odake, selaku Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, memantau jalannya inisiatif ini guna memastikan bahwa setiap aspek keselamatan dan kualitas kendaraan niaga benar-benar terpenuhi sesuai dengan standar Mitsubishi Fuso.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Selain melalui proses evaluasi fisik dan administratif, para peserta program sertifikasi ini juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Para perwakilan dari perusahaan karoseri ini mengikuti sesi pembekalan khusus yang membahas mengenai perkembangan regulasi kendaraan niaga yang berlaku saat ini. Tidak hanya itu, dalam sesi pembekalan tersebut, para peserta juga diberikan materi mengenai standar teknis pembangunan karoseri. Sesi ini dirancang untuk memastikan bahwa seluruh peserta memiliki pemahaman yang mendalam dan selaras mengenai aturan keselamatan jalan raya serta spesifikasi teknis yang aman.
Untuk memberikan gambaran yang lebih praktis dan mendalam, rangkaian program sertifikasi ini juga melibatkan kegiatan kunjungan lapangan. Para peserta diajak untuk mengunjungi langsung fasilitas produksi milik PT Krama Yudha Ratu Motor yang berlokasi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Melalui kunjungan langsung ke fasilitas produksi di Pulogadung, Jakarta Timur ini, para pelaku industri karoseri dapat melihat secara langsung bagaimana standar kualitas Mitsubishi Fuso diimplementasikan secara konsisten dalam proses manufaktur dan perakitan kendaraan niaga.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Langkah KTB dalam memperkuat standardisasi ini mendapatkan respons positif dari para pelaku industri karoseri, salah satunya dari PT Adiputro Wirasejati. David Jethrokusumo, yang merupakan perwakilan dari PT Adiputro Wirasejati, menyatakan bahwa program sertifikasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi industri karoseri. Menurut David Jethrokusumo, sertifikasi tersebut kini menjadi acuan penting bagi perusahaan karoseri untuk memastikan bahwa setiap tahap dalam proses pembangunan bodi kendaraan telah berjalan dengan tepat dan sepenuhnya sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan oleh Mitsubishi Fuso. Dengan adanya acuan ini, diharapkan kualitas dan keselamatan kendaraan niaga di Indonesia dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.






