Kursi kepemimpinan Bank Indonesia kini resmi berganti nakhoda. Perry Warjiyo memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan kesehatan. Pengunduran diri yang mendadak ini menuntut estafet kepemimpinan segera dialihkan guna menjaga stabilitas moneter nasional. Untuk mengisi kekosongan tersebut, pemerintah menunjuk Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai pelaksana tugas atau Gubernur Bank Indonesia sementara.
Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan kabar penting ini dalam sebuah konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin pagi, 27 Juli 2026. Menurut Prasetyo, mekanisme pergantian kepemimpinan ini akan segera diresmikan melalui penerbitan keputusan presiden. Surat keputusan tersebut nantinya akan memuat pemberitahuan sekaligus ucapan penghormatan atas dedikasi Perry Warjiyo selama memimpin bank sentral.
Penunjukan Destry Damayanti sebagai pemimpin sementara otoritas moneter tertinggi di tanah air ini menarik perhatian publik. Jauh sebelum namanya dikenal luas di jagat keuangan dan perbankan, perempuan ini memiliki latar belakang yang sangat berbeda. Pada masa mudanya, Destry merupakan seorang atlet tenis berprestasi yang bahkan pernah mewakili Indonesia dalam ajang olahraga regional, SEA Games. Ketertarikannya pada olahraga raket ini sudah terpupuk sejak kecil, mengikuti jejak kakak-kakaknya yang lebih dulu aktif di lapangan tenis.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Titik balik kehidupan Destry terjadi setahun setelah ia menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas. Ia dihadapkan pada persimpangan jalan yang menentukan masa depannya: terus mengejar karier sebagai atlet profesional atau fokus menempuh pendidikan tinggi. Destry akhirnya memilih jalur akademis dengan mendaftar di Universitas Indonesia. Di sana, ia mendalami Ilmu Ekonomi dengan konsentrasi pada bidang Uang dan Bank. Keputusan inilah yang kemudian membentangkan karpet merah baginya menuju dunia keuangan nasional.
Setelah lulus dari Universitas Indonesia, Destry melanjutkan studinya hingga meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat. Portofolio profesionalnya pun terbilang sangat mentereng. Ia pernah dipercaya memegang berbagai posisi strategis, seperti Kepala Ekonom Bank Mandiri, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, serta Direktur Eksekutif Mandiri Institute. Pengalaman analitisnya yang tajam di sektor privat ini membuat namanya semakin diperhitungkan di kancah kebijakan publik.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kiprah Destry di pemerintahan juga tidak kalah mengesankan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada periode 2014 hingga 2015. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak September 2015. Kepercayaan negara terhadap kapasitasnya terus berlanjut ketika ia terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2019, posisi yang kembali ia pertahankan untuk periode kedua dari 2024 hingga 2029. Kini, srikandi ekonomi ini siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga stabilitas rupiah.






