PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menunjukkan taringnya dalam perburuan cadangan minyak dan gas bumi baru demi menjaga ketahanan energi nasional. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tepatnya sepanjang periode 2023 hingga 2026, anak usaha BUMN ini berhasil mengamankan sembilan Wilayah Kerja (WK) eksplorasi baru. Langkah ekspansif ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis hulu migas, baik di dalam negeri maupun di kancah regional Asia Tenggara.
Dari sembilan blok baru yang masuk dalam portofolio PHE tersebut, delapan di antaranya berlokasi di wilayah kedaulatan Indonesia. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Blok Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. Sementara itu, satu wilayah kerja lainnya terletak di wilayah perairan Malaysia, yakni Blok SK-510. Ekspansi lintas batas ini menjadi bukti nyata ambisi PHE untuk tidak hanya menjadi jago kandang, melainkan juga pemain aktif di pasar internasional.
Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, menjelaskan bahwa penambahan wilayah kerja ini merupakan bagian dari strategi besar untuk membangun portofolio eksplorasi yang sehat dan berkelanjutan. PHE berkomitmen untuk mempercepat proses komersialisasi dari setiap potensi temuan yang ada, baik pada lapangan-lapangan migas yang sudah berjalan maupun pada blok-blok baru hasil ekspansi. Melalui pemanfaatan teknologi mutakhir dan kemitraan global, PHE optimistis peluang penemuan cadangan migas baru yang signifikan akan semakin terbuka lebar.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Selain mengakuisisi blok baru, PHE juga gencar melakukan riset bersama melalui skema Joint Study dengan raksasa energi dunia. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi hingga April 2026, PHE mencatatkan diri sebagai perusahaan dengan aktivitas studi bersama terbanyak di tanah air, yakni mencapai 10 proyek. Angka ini kemudian bertambah menjadi 12 studi pada Juli 2026, dengan rincian 10 studi masih berjalan aktif, satu studi telah rampung, dan satu lagi sedang menanti persetujuan dari pemerintah.
Dalam menjalankan studi-studi tersebut, PHE menggandeng nama-nama besar di industri migas global seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, hingga Woodside. Kerja sama ini mencakup wilayah eksplorasi yang membentang luas dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Di tingkat regional, PHE juga mempererat hubungan dengan Management Petroleum Malaysia melalui kesepakatan Technical Evaluation Agreement untuk mengkaji potensi beberapa blok migas di negeri jiran tersebut.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kolaborasi multinasional ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer teknologi dan pengetahuan untuk memetakan potensi cadangan migas baru. Lebih dari itu, kemitraan strategis ini menjadi pengakuan dunia internasional terhadap kapasitas PHE sebagai perusahaan minyak nasional yang andal dan kompetitif di level global. Dengan portofolio yang kian gemuk dan jaringan kemitraan yang kuat, PHE berada di jalur yang tepat untuk menopang kemandirian energi Indonesia di masa depan.






